Jokowi Setujui Kenaikan Cukai, Harga Rokok Naik Mulai 1 Januari

bantenproNews – Pemerintah menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) tahun depan. Rata-rata kenaikannya sebesar 12 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kenaikan ini sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, 9 dari 100 anak di Indonesia masih merokok. Jumlah ini termasuk yang tertinggi di Kawasan Asia. Berbagai riset dan kajian telah membuktikan berbagai kerugian yang timbul akibat tingginya konsumsi rokok,” kata dia dalam konferensi pers virtual, beberapa hari lalu.

Dengan adanya kebijakan ini maka harga rokok bisa menyentuh Rp 40.100 per bungkusnya. Kenaikan cukai hasil tembakau ini juga ditetapkan karena berbagai indikator. Menurut Sri Mulyani, kualitas kesehatan masyarakat harus ditingkatkan melalui berbagai instrumen kebijakan.

“Hari ini, Bapak Presiden telah menyetujui dan sudah dilakukan rapat koordinasi di bawah Bapak Menko Perekonomian. Kenaikan cukai rokok adalah 12 persen, tapi untuk SKT yaitu sigaret kretek tangan, Bapak Presiden meminta kenaikan maksimal 4,5 persen, jadi kita menetapkan 4,5 persen maksimal,” ujar Sri Mulyani.

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) terkejut atas keputusan pemerintah ini. Kebijakan itu dinilai akan kembali memukul kinerja industri di tengah pemulihan akibat dampak pandemi Covid-19, serta tidak memberi kesempatan bagi sektor padat karya tersebut untuk pulih dan bertumbuh pascapandemi.

Ketua Media Center AMTI Hananto Wibisono menghormati keputusan pemerintah menaikkan cukai rokok. Namun besaran kenaikan cukai rokok dinilai tinggi.

“Tentunya, ini akan berdampak pada industri padat karya. Perlu diingat, IHT adalah industri penyumbang 10% penerimaan pajak negara dan menyerap 6 juta tenaga kerja. Industri ini juga salah satu yang paling resilien dalam mempertahankan tenaga kerjanya di masa pandemi, yang mana banyak sekali sektor lain yang melakukan PHK,” kata Hananto, Selasa (14/12/2021).

Kenaikan tarif cukai yang cukup tinggi terjadi pada kategori Sigaret Putih Mesin (SPM), mulai dari 13,9% (golongan I) hingga 14,4% (golongan II B). Bahkan kategori Sigaret Kretek Tangan (SKT) pun tak luput dari kenaikan tarif cukai, dengan kenaikan tertinggi 4,5%. Naiknya tarif cukai SKT dinilai akan mengganggu proses pemulihan segmen padat karya.

Namun, AMTI menghargai pertimbangan pemerintah terhadap perlindungan tenaga kerja melalui kenaikan cukai SKT yang jauh lebih rendah dari rokok mesin. Hal itu memberikan harapan bagi industri atas keberpihakan pemerintah terhadap segmen padat karya.

Hananto berpendapat bahwa segmen SKT memerlukan perhatian dan perlindungan lebih karena selama ini sangat terdampak pandemi Covid-19, terutama karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mempengaruhi biaya operasional pabrik dan kapasitas produksi.

Ia mengatakan, ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan industri untuk menerapkan protokol kesehatan. Ditambah lagi pembatasan kapasitas pabrik juga mempengaruhi produksi.

“Perlu diingat juga, pekerja SKT didominasi para perempuan yang mayoritas tulang punggung keluarga. Harus ada perlindungan ekstra untuk kebijakan tarif cukai SKT karena agar mereka yang menggantungkan hidupnya pada segmen ini bisa mempertahankan kelangsungan hidup,” sebutnya.

Pemberlakuan kebijakan cukai rokok per 1 Januari 2022 juga dianggap menyulitkan para pelaku IHT, mulai dari hulu ke hilir untuk melakukan serangkaian penyesuaian. Dengan minimnya waktu penerapan tersebut, diharapkan Bea Cukai juga siap untuk memenuhi permintaan pencetakan pita cukai. Implementasi kebijakan tersebut diminta jangan sampai mengganggu proses produksi.

Mata rantai IHT, lanjut Hananto, masih akan menunggu realisasi resmi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai penerapan tarif cukai yang baru ini. Seluruh pelaku industri IHT, mulai dari hulu hingga hilir, juga akan melakukan konsolidasi internal untuk mulai menghitung secara riil kenaikan harga jual eceran (HJE) produk rokok sebagai dampak kenaikan CHT. (bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *