5 Mitos Kopi yang Tak Perlu Dipercaya Lagi, Ini Buktinya

bantenproNews – Di balik manfaat kesehatannya, kopi juga menyimpan sederet mitos. Mitos tersebut bahkan masih dipercaya hingga kini. Bagaimana dengan kebenarannya?

Tahukah kamu, bahwa kopi adalah minuman terpopuler ketiga di dunia. Kopi sudah terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan yang sudah diuji oleh banyak penelitian di dunia.

Mulai dari memberi pasokan energi, mencegah risiko penyakit jantung, meningkatkan daya konsentrasi dan menjaga tubuh dari radikal bebas karena kopi mengandung antioksidan yang tinggi.

Namun, ada beberapa mitos umum tentang kopi yang masih dipercaya hingga saat ini. Mitos tentang kopi itu berkaitan dengan kafein yang terkandung dalam jenis biji kopi tertentu.

Dikutip dari Well + Good (15/12/21), berikut 5 mitos tentang kopi:

Kopi Bikin Melek di Malam Hari

Selama ini banyak yang mengandalkan kopi untuk bisa terjaga di malam hari. Sebab sering berseliweran pernyataan bahwa minum kopi dapat membuat sulit tidur.

Pernyataan tersebut bisa disebut mitos bisa juga tidak, karena itu tergantung pada individunya yakni seberapa toleransi seseorang dengan kafein.

Sebab perlu diketahui efek kafein pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang membuat sulit tidur, ada yang membuat jantung berdebar dan ada pula yang tidak memberikan efek apapun.2. Rasa Kopi Espresso lebih Kuat daripada Drip.

Rasa Kopi Espresso lebih Kuat daripada Drip

Espresso dibuat dengan menggiling biji kopi, lalu direndam dandiseduh dengan air panas. Sementara drip atau kopi tetes dibuat dengan mencampurkan air dan kopi.

Banyak yang menyangka bahwa espresso memiliki rasa kopi yang lebih kuat dibandingkan drip. Satu shot espresso mengandung 63 mg kafein.

Sementara kopi drip mengandung 12-16 mg kafein per 30 gram. Dalam hal tersebut berarti espresso per 30 gram lebih banyak kandungan kafein.

Namun secara umum, secangkir kopi yangdiseduh mengandung lebih banyak kafein karena satu shot espresso hanya 30 ml. Sementara secangkir kopi biasanya berkisar antara 180 – 500 ml.

Kopi Menyebabkan Dehidrasi

Kopi dapat menyebabkan dehidrasi hanyalah mitos belaka. Kopi memiliki efek diuretik yang ringan, tetapi dapat diabaikan dan diimbangi dengan volume air di dalam kopi.

Telah dilakukan uji klinis pada peminum kopi biasa dan tidak ditemukan bahwa kopi menyebabkan dehidrasi. Bahkan para peneliti justru menemukan bahwa kopi bisa menghidrasi tubuh dengan baik.

Kopi Light Roast Lebih Sedikit Kafein dari Dark Roast

Penikmat kopi pasti memiliki selera masing-masing soal biji kopi yang dipilih. Ada biji kopi yang disangrai sebentar atau disebut light roast.

Ada pula biji kopi yang disangrai matang atau disebut dark roast. Biji kopi light roast dipanggang di antara suhu 177-204 derajat Celcius selama 10 menit.

Sementara biji kopi dark roast dipanggang dalam suhu 204 derajat Celcius selama lebih dari 15 menit. Karena itu banyak yang menyangka bahwa kafein kopi light roast lebih sedikit dari dark roast.

Namun faktanya, biji kopi dark roast justru lebih sedikit mengandung kafein. Selama kopi diukur berdasarkan berat daripada volume, kandungan kafein pada kopi light roast dan dark roast hampir sama.

Biji kopi yang disangrai lama akan mengembang ketika dipanaskan, sehingga mengukur kandungan kafein lebih akurat dengan melihat berat biji kopi daripada melihat volume biji kopi.

Biji Kopi Hijau tidak Mengandung Kafein

Biji kopi hijau adalah biji kopi mentah yang tidak dipanggang. Karena tidak dipanggang banyak yang menyebut bahwa jenis biji kopi ini tidak mengandung kafein sama sekali.

Sama seperti biji kopi pada umumnya, biji kopi hijau juga mengandung kafein. Bahkan jumlah kafein yang terkandung sama seperti biji kopi yang dipanggang, yakni 12-16 mg per 30 gram.

Namun rasanya memang jauh lebih ringan. Sementara pada biji kopi yang dipanggang menyebabkan biji kopi berwarna hitam dan rasanya lebih kuat dan berani. (bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *