Aturan Baru: Anak Buah Salah, Atasan Bisa Ikut Dihukum

bantenpro.id – Atasan dari anak buah yang melakukan pelanggaran kini akan dimintai pertanggungjawaban dan ikut ditindak. Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menandatangani Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat (Waskat).

Dengan berlakunya perkap ini, maka atasan dari anggota polisi yang melakukan pelanggaran akan turut ditindak. Aturan ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo dalam keterangan tertulis, Sabtu (09/04/2022).

Ferdy menyebut pihaknya akan meminta pertanggungjawaban terhadap komandan dua tingkat di atas anak buah yang pelanggar.

“Dua tingkat di atas anggota yang melanggar atau atasan akan diminta pertanggungjawaban,” tegas Ferdy.

Dia meminta Kapolres dan jajarannya turun ke lapangan untuk memastikan kerja anggotanya. Sekaligus untuk memastikan jika ada komplain dari masyarakat terkait kinerja, dapat diselesaikan oleh Kapolres.

“Temuan langsung di Polres jajaran, jika rekan Kapolres tidak bisa melakukan hal kecil, maka rekan tidak akan bisa melakukan hal besar,” ujar dia.

Kembali ke soal Perkap Nomor 2 Tahun 2022, Ferdy menjelaskan dalam Pasal 7 Ayat (1) diatur tentang atasan menemukan kesalahan atau pelanggaran, wajib ditindaklanjuti yaitu pembinaan dan penyelesaian disiplin atau kode etik sesuai ketentuan yang berlaku.

Lalu pada Pasal 7 Ayat (2) berbunyi dugaan tindak pidana serahkan kepada fungsi reserse dan kriminal. Selanjutnya Pasal 9 mengatur bahwa atasan yang tidak melaksanakan kewajiban, diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  Oli Palsu Diproduksi di Tangerang, Mabes Polri Selidiki Dugaan Korupsi

“Jadi, lakukan pengawasan melekat (waskat) secara maksimal dengan memberi arahan, inspeksi, asistensi, supervisi, monev (monitoring evaluasi), dan harus ada wujudnya,” pinta mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ini.

Ferdy juga bicara mengenai kedisiplinan nasional.

“Di hulu, kita harus bersinergi dan dilakukan penelusuran awal serta dilakukan pengecekan kembali dan tindak lanjut melakukan pembenaran. Kedisiplinan nasional harus kita mulai menjadi garda terdepan, kita menganut Satya Haprabu,” tutur dia.

Ferdy juga kembali mengingatkan soal tantangan Polri ke depan yang makin berat di era digital disrupsi teknologi. Dia meminta seluruh jajaran Polri mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Jaga marwah dan wibawa institusi Polri, tingkatkan dedikasi, loyalitas dan mampu menjaga nama baik Polri,” pungkas Ferdy. (bpro)