Polisi Ungkap Kasus Wartawan Peras Pasangan Muda-Mudi di Hotel Tangerang

bantenpro.id – Polisi mengungkap kasus pemerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap pasangan muda-mudi yang menginap di salah satu hotel di Kota Tangerang. Sebanyak 10 orang telah diamankan.

Para tersangka, yang mengaku sebagai wartawan, diduga melakukan ancaman terhadap korban dengan maksud menyebarkan foto dan video aktivitas pasangan tersebut. Dari informasi yang diperoleh, polisi menyebutkan bahwa 10 tersangka ini memiliki peran masing-masing dalam melaksanakan aksinya. Lima di antaranya mengaku berprofesi sebagai wartawan dari media moralitynews.com.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota Komisaris Rio Mikael Tobing mengungkapkan, kasus ini telah menimpa sebanyak lima pasangan yang menjadi korban pemerasan. Total kerugian akibat pemerasan ini mencapai Rp40 juta. Para korban yang terdiri dari mahasiswa dan pengusaha ini menjadi target ancaman dan pemerasan dari para tersangka.

“Korban ada yang merupakan masih bujangan, mahasiswa, dan pengusaha,” ungkap Komisaris Rio, Rabu (09/08/2023).

Modus operandi para terduga pelaku menggunakan grup WhatsApp yang diberi nama “My Love”. Setiap tersangka memiliki peran khusus dalam menjalankan aksi pemerasan ini. Dalam aksi tersebut, AEC berperan sebagai admin grup serta sopir bersama BN yang mengawasi pergerakan korban dari hotel hingga ke rumah.

Sementara itu, FB, DA, dan MD bertugas memantau teman kencan korban yang turun di Tangcity Mall. SH kemudian mendekati wanita tersebut dan menanyakan detail aktivitasnya di hotel bersama pasangan pria yang menjadi target pemerasan. Semua informasi yang terkait dengan aksi ini dilaporkan dalam grup “My Love”.

Baca Juga :  Sindikat Penggelapan Mobil Sewaan Terungkap di Kabupaten Tangerang

Pelaksanaan pemerasan dilakukan oleh JH, PS, FM, dan WE yang mendatangi rumah korban dengan mengaku sebagai wartawan dari media moralitynews.com. Mereka mengancam korban untuk melaporkan bukti foto, video, dan informasi yang mereka kumpulkan kepada keluarga korban, pihak kepolisian, serta media massa.

“Dengan memaksa korban untuk keluar dari mobilnya, mereka mengancam agar korban melaporkan kegiatan mereka di hotel,” terang Komisaris Rio.

Namun, dalam perkembangan lebih lanjut, terduga pelaku tersebut menawarkan korban untuk tidak melaporkan insiden yang terjadi di hotel dan tidak mengungkapkannya kepada pihak berwenang dan media massa. Sebagai gantinya, mereka meminta sejumlah uang dari korban.

Dalam kasus ini, lima korban pemerasan mengalami kerugian yang berbeda-beda. Pemerasan pertama diminta senilai Rp1 miliar, namun setelah negosiasi, jumlah tersebut turun menjadi Rp350 juta. Sementara korban lainnya juga diperas dengan jumlah uang yang bervariasi, seperti Rp25 juta, Rp4,9 juta, Rp6 juta, dan Rp40 juta.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk ponsel milik para korban, 5 kartu pers, satu unit motor, dan tiga unit mobil.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP dan/atau Pasal 369 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP Jo. Pasal 53 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP Jo. Pasal 64 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 9 tahun penjara.

Terkait profesi wartawan dari media moralitynews.com, Kepala Satuan Reserse Kriminal akan mengundang pimpinan redaksi media tersebut untuk klarifikasi lebih lanjut.

Baca Juga :  Lawan Tanding Tewas Ditusuk 5 Kali, Hamdan Dijerat Pembunuhan

Sementara Pemimpin Redaksi moralitynews.com, Ramli, menyatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi pasti mengenai penangkapan wartawannya dalam kasus ini. Ramli menyampaikan bahwa asas praduga tak bersalah akan diterapkan hingga ada informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Ramli menekankan bahwa wartawan yang bekerja di moralitynews.com telah mendapatkan pemahaman tentang etika jurnalis dan tindakan yang melanggar hukum bukanlah tanggung jawab dari redaksi. (mst)