Tes Urine ASN Digelar Akhir Tahun, Ketahuan Positif Terancam Pecat

bantenpro.id – Pemerintah Kota Tangerang akan melaksanakan tes urine kepada aparatur sipil negara (ASN) pada akhir tahun 2023 nanti.

Tes urine itu dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024.

Pada tahun 2023 ini, ukuran keberhasilan tes urine tersebut sebesar 5 persen dari total jumlah pegawai di pemerintah daerah. Pemkot Tangerang sendiri telah melaksanakan tes urine di dua organisasi perangkat daerah (OPD) pada tahun ini.

“Pada tahun 2023 ini kita sudah laksanakan terhadap pegawai di Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang Teguh Supriyanto kepada bantenpro.id, Senin (26/06/2023).

Dari pengecekan terhadap pegawai di dua instansi itu, kata Teguh, hasilnya negatif. Tak ada ASN yang dinyatakan positif narkoba jenis apa pun.

Teguh berujar, pengecekan urine terhadap pegawai itu akan terus dilakukan secara bertahap. Pada akhir tahun nanti, akan ada pemeriksaan lanjutan di instansi lain.

Namun, Teguh tak merinci perihal jadwal dan instansi mana yang akan dilakukan tes urine. Sebab, pemeriksaan akan dilakukan secara mendadak dengan menggunakan metode sampling random atau acak.

“Akhir tahun anggaran kami akan melakukan lagi dan yang pasti penyelenggaraannya mendadak,” jelasnya.

Baca Juga :  BNN Cari Pemakai Narkotika di Instansi Ini, Periksa Urine Puluhan Pegawai

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengataakn pihaknya akan memberikan sanksi terberat terhadap pegawai yang kedapatan positif narkoba pada saat penyelenggaraan tes urine nanti.

“Mereka yang positif, saya akan pecat,” ujar Arief usai memimpin apel Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Senin.

Arief mengimbau kepada pegawai yang saat ini masih mengonsumsi narkotika untuk segera bertobat sebelum sanksi berat menjerat.

“Kalau memang dia (pegawai) mengonsumsi, dari sekarang segera melakukan rehabilitasi, Karena kalau ketahuan saat periksa, kita akan memberikan sanksi terberat dari kepegawaian,” jelas Arief. (mst)