Roadshow Bus KPK di Tugu Adipura, Serunya Main Terajana sampai Tolak Serangan Fajar

bantenpro.id – Putri mendekati kerumunan perempuan sebayanya, menghadap sebuah papan permainan yang memikatnya. Gadis berusia 10 tahun itu memilih permainan “Terajana” Petualangan Memecahkan Sandi Kuno.

Di papan permainan, terdapat kotak-kotak yang akan dilangkahi dan ditempati karakter pemain. Mirip permainan monopoli. Tetapi dalam permainan ini, pemain akan menjadi arkeolog yang sedang berpetualang di Pulau Terajana.

Putri pun mulai mengocok dadu mengawali permainan. Dia kemudian menjalankan karakter pemain sesuai lemparan dadu. Langkahnya berhenti di kotak pertanyaan. Maka dia wajib mengambil kartu pertanyaan dan menjawab pertanyaan tersebut.

“Siapa aparat yang memelihara keamanan dan ketertiban umum?” tulis pertanyaan di kartu tersebut.

Putri kebingungan. “Siapa ya, polisi!” jawabnya.

Jawabannya benar. Dia mendapat 10 poin. Namun jika dia tadi menjawab salah, maka poin dikurangi 5. Permainan pun berlanjut. Kini giliran Dewi yang mengocok dadu.

Di Pulau Terajana ini tersimpan berbagai ilmu pengetahuan serta petuah-petuah luhur yang dapat mengubah orang yang mengkajinya menjadi manusia yang berintegritas.

Permainan ini terlihat seru. Pemain akan bertugas menyelesaikan tantangan, pertanyaan dan memecahkan kata-kata yang terdapat pada artefak maupun naskah kuno.

Putri dan Dewi adalah bocah-bocah yang menikmati rangkaian acara Roadshow Bus KPK di Tugu Adipura, Kota Tangerang, Minggu (11/06/2023) pagi. Di sana terparkir Bus KPK yang di dalamnya terdapat perangkat komputer dengan simulasi permainan untuk anak-anak. Selain itu, ada juga akses e-LHKPN, buku-buku panduan dan buku materi pembelajaran antikorupsi.

Baca Juga :  Pegawai Bank Ditahan, 11 Kali Pindahkan Dana Nasabah ke Rekening Penampungan Tanpa Izin

Acara yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Kota Tangerang itu dihadiri warga dan sejumlah pejabat dari instansi pemerintah.

Hadir Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Wakil Wali Kota Sachrudin, Kepala Inspektorat Kota Tangerang Dadi Budaeri dan sejumlah pejabat Kota Tangerang lainnya.

Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama bertajuk “Hajar Serangan Fajar”. Disebut senam “Hajar Serangan Fajar” karena pesan yang ingin disampaikan kepada publik, bahwa warga harus berani menolak uang sogokan yang selalu ditawarkan oleh para calon anggota legislatif atau calon presiden.

“Sebentar lagi pemilu, uang haram namanya serangan fajar…daripada masuk neraka, mari goyang ca..ca..ca..,” demikian petikan lirik salah satu lagu pengiring senam.

Acara juga dimeriahkan dengan tarian tradisional untuk menghibur para pengunjung, lalu tersedia game-game menarik lainnya bertema antikorupsi.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan roadshow ini bukan hanya sosialisasi penolakan serangan fajar menjelang Pemilu 2024. Tetapi, untuk mensosialisasikan budaya antikorupsi di kalangan anak muda, guru dan semua pihak melalui pendidikan dan kampanye antikorupsi.

“Tidak hanya karena jelang Pemilu 2024 saja tentunya. Tujuan kami tidak hanya sebatas waktu saja. Kami berharap, Indonesia Emas 2045 anak-anak kita yang sekarang masih sekolah dan nanti sudah memasuki dunia kerja, memasuki birokrasi mereka sudah terbentuk karakter antikorupsi. Sehingga, apa yang kita cita-citakan Indonesia bebas dari korupsi segera tercapai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pejabat Bapenda Kota Tangerang Tersangka Korupsi, Jaksa Jebloskan ke Penjara

Sementara itu, Inspektur Kota Tangerang Dadi Budaeri mengungkapkan bahwa Inspektorat Kota Tangerang memiliki Penyuluh Anti Korupsi yang mendidik Guru Bimbingan Konseling baik dari jenjang SD hingga SMP sebanyak 300 guru. Pada kegiatan ini juga, para guru Penyuluh Anti Korupsi dilantik sebagai Guru Berintegritas yang akan memberikan materi terkait Anti Korupsi di masing-masing sekolah.

“Antusias warga yang hadir juga sangat tinggi. Biasanya, kegiatan Car Free Day diisi dengan olahraga kali ini ada sosialisasi dari KPK. Kami harap, semangat budaya anti korupsi bisa tumbuh di masyarakat. Bukan hanya di level para birokrat, guru, tapi juga di kelompok-kelompok yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Salah satu guru yang menjadi Guru Berintergritas, Kholijah dari SDN Bugel 2 mengatakan akan menyampaikan materi-materi antikorupsi di kelas yang ia ajar. Sehingga, para murid-muridnya kelak tidak memiliki bibit-bibit untuk menjadi seorang koruptor. (bpro)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *