Manusia Terberat di Kota Tangerang Dievakuasi ke Rumah Sakit, Pintu dan Tembok Dijebol

bantenpro.id – Masalah obesitas akut terjadi di Kota Tangerang. Mochamad Fajri (26), pria berbobot sekitar 200 kilogram akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit untuk menurunkan berat badannya yang berlebih.

Evakusi terhadap Fajri yang dilakukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Rabu (07/06/2023) kemarin betul-betul menguras tenaga dan pikiran. Strategi pengangkatan berjalan rumit hingga membutuhkan waktu 2 jam hanya untuk memindahkan tubuh Fajri ke mobil pikap di rumahnya Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah.

Saking beratnya, perlu 10 orang dan bantuan forklift untuk mengangkat manusia terberat di Kota Tangerang itu. Tembok dan pintu rumah Fajri juga terpaksa dijebol.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan, baru kali ini pihaknya melakukan evakuasi hingga memerlukan waktu lama, rumit, dan menguras tenaga. Namun, dia bersyukur proses evakuasi Fajri ke rumah sakit berjalan sesuai harapan.

“Ini yang pertama kalinya. Jadi kemarin kita evakuasi menggunakan forklift untuk mengangkutnya ke mobil,” jelas Maryono, Kamis (08/06/2023).

Fajri diperkirakan telah mengidap obesitas berlebih sejak 11 tahun lalu. Namun dia mulai mengalami kesulitan bergerak sejak 8 bulan belakangan. Bermula dari insiden kecelakaan yang membuat kakinya cidera pada 2020.

Setahun pasca insiden itu, kata Maryono, kondisi Fajri semakin memburuk. Kakinya kian membengkak. Ditambah lagi sering mengalami kejang.

Baca Juga :  Cipto Pria Obesitas Dibawa ke RSUD Pakai Truk Damkar

Meski demikian, Fajri enggan dibawa ke rumah sakit pada saat itu. Dia memilih pengobatan alternatif.

Sebelum dievakuasi, kondisi Fajri sempat diobservasi oleh petugas medis Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Hasilnya, Fajri memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

“Hingga akhirnya Fajri kita evakuasi untuk dirawat di rumah sakit,” jelas Maryono.

Kepala UPT BPBD Ciledug Mulyadi mengatakan, proses evakuasi Fajri itu berlangsung selama dua jam. Untuk mengeluarkan Fajri dari rumah, petugas terpaksa menjebol tembok rumah.

“Kita angkat juga keberatan, kami melakukan evakuasi dengan membobol pintu rumah,” jelas Mulyadi.