Pengurus IPSM Kota Tangerang Dilantik, Pekerja Sosial Diharapkan Jadi Fasilitator

bantenpro.id РPengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Tangerang dilantik di Gedung Tangerang Convention Center (TCC), Kamis (16/03/2023). IPSM diharapkan dapat menjadi fasilitator sekaligus inisiator dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial di Kota Tangerang.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di hadapan 28 orang pengurus IPSM periode 2023-2006. Pelantikan dihadiri oleh 986 peserta pekerja sosial.

“Saya harapkan agar program-program dan bantuan sosial dapat tersalur dengan cepat dan tepat sasaran. Makanya dalam kesempatan ini saya meminta agar bapak ibu PSM ini untuk dapat memfasilitasi dan berkoordinasi dengan masyarakat dan RT/RW untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga dapat tercipta kolaborasi dengan mengedepankan budaya gotong royong dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Arief.

Struktur baru pengurus IPSM ini juga diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menangani permasalahan sosial di Kota Tangerang.

Usai dilantik, Ketua IPSM Kota Tangerang Sutikno mengatakan, pihaknya telah mendeteksi sebanyak 24 permasalahan sosial yang akan diselesaikan secara bertahap.

Permasalahan sosial yang akan menjadi awal langkah IPSM ini adalah menangani permasalahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pekerja sosial akan mendata penyandang ODGJ yang ada di Kota Tangerang. Kemudian PSM akan mendampingi warga tersebut untuk diupayakan mendapatkan penanganan.

IPSM juga akan mendorong Pemerintah Kota Tangerang membangun rumah sakit khusus gangguan jiwa atau RSJ.

Baca Juga :  115.128 Pekerja Belum Terima BSU, Disnaker: Validasi BPJS Penyebabnya

“ODGJ ini di Kota Tangerang belum memiliki rumah sakit khusus, kita berharap Pemerintah kota Tangerang bisa membangun rumah sakit,” kata Sutikno kepada bantenpro.id usai acara pelantikan.

Jika membangun rumah sakit itu tidak memungkinkan, maka kata Sutikno, solusi lainnya yaitu mendorong penambahan rumah singgah untuk menampung ODGJ. Baik berstatus terlantar maupun miskin.

“Paling tidak menambah rumah singgah khusus ODGJ,” jelas Sutikno.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Mulyani mengatakan, pihaknya telah mewacanakan pendirian rumah singgah khusus ODGJ tersebut.

“Baru wacana, bagusnya memang harus ada penambahan rumah singgah ODGJ, selain rumah singgah yang ada saat ini,” kata Mulyani.

Mulyani berujar, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam menangani ODGJ yang ada di Kota Tangerang. (mst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *