Dinkes Minta Warga Waspada Jajanan Chiki Ngebul

bantenpro.id – Dinas Kesehatan Kota Tangerang meminta masyarakat mewaspadai chiki ngebul. Peringatan itu menyusul setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran (SE) tentang pelaporan kasus kedarutan medis makanan berasap mengandung nitrogen cair.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggaraeni mengatakan, pihaknya memperketat pengawasan peredaran chiki ngebul di pasaran.

“Lebih baik lagi, orang tua untuk lebih rajin mengolah makanan atau minuman sendiri di rumah untuk anak-anak. Sehingga, apa yang dikonsumsi anak lebih pasti secara kebersihan dan kandungannya,” kata Dini dalam keterangannya, Jumat (06/01/2022).

Menurut Dini, dampak yang dialami seseorang yang mengonsumsi nitrogen cair yang terkandung dalam chiki ngebul atau ice smoke bisa menyebabkan cold burn atau luka bakar dingin yang merupakan kerusakan lokal pada kulit dan jaringan lainnya akibat pembekuan.

Bahkan kata Dini berdasarkan sejumlah kasus ekstrem, ice smoke bisa menyebabkan kerusakan internal pada organ tubuh.

Dari sejumlah kasus terkait, cedera itu dapat terjadi saat kulit telanjang dan jaringan terbuka lainnya bersentuhan dengan nitrogen cair selama lebih dari beberapa detik.

“Misalnya, hal ini dapat terjadi jika seseorang menahan makanan berlapis nitrogen cair di mulutnya terlalu lama, atau jika camilan menempel di gusinya. Dengan itu, ada baiknya lebih waspada dengan pilihan jajanan yang ingin dikonsumsi anak,” tegasnya.

Baca Juga :  Balita Imunisasi di Posyandu, Pulang Dikasih Obat Kedaluwarsa

Dinkes Kota Tangerang berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan, baik itu RSUD maupun rumah sakit swasta yang ada di Kota Tangerang untuk meningkatkan pengawasan. Jika ditemukan kasus serupa, pihak faskes bisa langsung melapor ke Kemenkes melalui hotline Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan di pelayanankesehatan.rujukanlain@gmai.com atau nomor 0882-1599-2763.

“Telah disosialisasikan secara luas, jika ditemukan kasus keracunan pangan akibat konsumsi jajanan chiki ngebul untuk melapor ke kontak yang disediakan Kemenkes,” jelas Dini. (mst)

Follow berita bantenpro.id di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *