Pelajar Alami Panas Tinggi dan Tak Bisa Makan Usai Vaksinasi

bantenproNews – Seorang pelajar di Kabupaten Pandeglang, dikabarkan mengalami efek berkepanjangan usai menerima suntikan vaksinasi Covid-19. Pelajar tersebut mengalami demam dengan suhu tubuh yang tinggi bahkan tak bisa menerima asupan makanan sejak divaksinasi dua bulan lalu.

Informasi yang diperoleh, pelajar tersebut bernama Yopa Aljabar (15). Warga Pagelaran, Kabupaten Pandeglang yang kini duduk di kelas tiga SMP itu sudah dua bulan hanya bisa berbaring lemas di rumahnya. Yopa bahkan tak bisa mengikuti kegiatan di sekolahnya lantaran kondisi tubuhnya tak kunjung membaik.

Kondisi Yopa bisa terlihat dalam foto yang dibagikan oleh ibunya Titin Nurhayati dan diberitakan detikcom, Selasa (14/12/2021). Sambil mengenakan baju oranye, tubuh Yopa yang sudah ringkih hanya bisa berbaring di atas kasurnya. Ibu Yopa, Titin pun sudah mengizinkan foto anaknya itu diterbitkan di media.

“Ya pak, itu betul anak saya. Itu kejadiannya setelah divaksin, anak saya pas pulang ke rumah badannya panas,” kata Titin kepada wartawan, Rabu (15/12/2021).

Titin bercerita, semuanya bermula saat anaknya ikut gebyar vaksinasi dua bulan lalu di balai desa di wilayah Pagelaran, Pandeglang. Saat ikut vaksin, sang ibu memastikan jika anaknya dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

Namun sepulangnya dari gebyar vaksin, Yopa tiba-tiba mengalami demam hingga suhu tubuhnya menjadi tinggi. Awalnya Titin mengira anaknya itu mengalami demam biasa selayaknya orang yang sudah mendapat suntikan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Naik Lagi, Kemenkes Minta Rumah Sakit Siaga

“Tadinya ngira biasa aja, makanya saya kasih obat dari warung paracetamol pak supaya panasnya turun. Tapi udah empat hari, anak saya enggak sembuh-sembuh,” tuturnya.

Karena kondisi tersebut, Titin akhirnya membawa anaknya itu kembali ke Puskemas Pagelaran untuk melaporkan kondisi Yopa. Namun kata Titin, perawat di puskesmas yang menangani Yopa menegaskan jika gejala yang dialami anaknya itu bukan karena efek samping vaksin Covid-19.

“Waktu itu saya saya gak mau banyak komentar, soalnya saya pengennya anak saya cepet sembuh lagi. Akhirnya dikasih obat sama orang puskesmas, saya juga langsung pulang lagi ke rumah,” ucapnya.

Namun ternyata setelah melaporkan hal itu ke puskesmas, kondisi Yopa malah tak menunjukan tanda-tanda akan membaik. Tubuh Yopa malah makin memburuk hingga semakin kurus lantaran tak bisa menerima asupan makanan apapun ke dalam tubuhnya.

Titin baru mendapat informasi jika sang anak sebelum divaksin belum memakan makanan apapun dari rumah. Ditambah, tensi darah anaknya saat itu sebelum divaksin juga rendah.

“Anak saya lagi sekolah, dia emang belum sarapan pas mau divaksin. Terus pas saya tanya, anak saya ini tensi darahnya 90 katanya pas ikut vaksin itu, tapi kan kenapa masih aja divaksin, harusnya kalau emang enggak boleh ya jangan dulu divaksin,” ungkapnya.

Dua bulan berlalu, sang anak kini hanya bisa berbaring di rumah lantaran kondisinya yang masih belum juga membaik. Bahkan untuk makan saja, Titin terpaksa harus menyiapkan bubur khusus bayi supaya anaknya bisa menerima asupan makanan.

Baca Juga :  Jokowi Longgarkan Masker, Epidemiolog: Potensi Wabah Masih Ada

“Kalau minum masih bisa, tapi makan sama sekali enggak bisa, dimuntahin lagi. Dia enggak mau makan nasi, bubur juga gak mau. Sampe dibuatin bubur sun sama saya, itu dia baru mau makan. Itu juga paling tiga sendok doang bisa makannya pak,” ucapnya.

“Sekarang anak saya enggak sekolah-sekolah udah hampir dua bulan. Temen-temennya mah sekarang ulangan, tapi anak saya enggak ikut ulangan,” tambahnya

Kini, Titin berharap agar anaknya bisa mendapat perawatan supaya segera sembuh seperti sedia kala. Pasalnya, dia sudah mengaku kebingungan mencari dana untuk biaya perawatan anaknya itu. Sang suami, Madyasa hanya berprofesi sebagai tukang ojek yang tak memiliki pendapatan secara tetap setiap harinya.

“Pengennya bisa cepet sembuh lagi pak, dari yang tadinya sehat bisa jadi sehat lagi. Saya enggak punya BPJS, suami juga cuma tukang ojek, sekarang udah tiga minggu suami juga ikutan sakit,” harapnya.

“Makanya saya mohon pak, anak saya cepet ditangani biar dia bisa sembuh kayak semula lagi,” imbuhnya.

Pemkab Pandeglang langsung turun tangan menangani kejadian tersebut. Pelajar tersebut sudah dirujuk ke rumah sakit.

“Ya sudah kami tangani. Rencananya yang bersangkutan akan kami rujuk ke RSUD Pandeglang,” kata Koordinator Tim Komunikasi Satgas Penanganan Covid-19 Pandeglang Nandar Suptandar, Selasa (14/12/2021).

Namun, Satgas belum bisa menyimpulkan penyebab mengapa pelajar ini mengalami demam tinggi setelah divaksin. Pasalnya kata Nandar, satgas perlu mengobservasi dan mendiagnosis rekam jejak kesehatan pelajar itu terlebih dahulu.

Baca Juga :  Mendagri Minta Camat Kampanye Prokes dan Vaksin

“Sampai sekarang memang kami belum bisa menyimpulkan apakah ini karena efek vaksin atau tidak dan apakah ada hal yang menjadi keteledoran tim vaksin pada saat di lapangan. Kami perlu observasi sama mendiagnosis terlebih dahulu untuk memastikannya,” ungkapnya.

“Tapi yang jelas, Satgas sudah menginstruksikan PKM (Puskemas) dan kecamatan supaya segera menangani kejadian ini. Bila memang diperlukan, malam ini juga harus segera dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya. (bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *