Penyelidikan Dugaan Korupsi Bansos Melebar ke Seluruh Kecamatan

bantenproNews – Penyelidik Kejaksaan Negeri Kota Tangerang telah memeriksa seratus lebih saksi terkait dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) di Kota Tangerang. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari bukti penyimpangan dana bansos di seluruh kecamatan.

Penyelidikan ini berawal dari dugaan penyimpangan dana bansos yang dilakukan oknum Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) di Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Dari kasus tersebut, penyelidikan pun melebar ke 13 kecamatan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Tangerang Bayu Probo Sutopo menyatakan, sejumlah saksi yang telah dimintai keterangannya di antaranya adalah Ketua Tim Koordinator Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), koordinator daerah, para TKSK, pemilik e-warong, 46 agen non-Kelompok Usaha Bersama (Kube), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), pegawai Dinas Sosial (Dinsos), hingga distributor BPNT.

“Lebih dari seratus orang yang sudah diperiksa,” kata Bayu kepada bantenpro.id, Jumat (10/12/2021).

Bayu memastikan, penyelidikan bansos di seluruh kecamatan di Kota Tangerang itu merupakan hasil pengembangan dari penyeldikan dugaan korupsi bansos di Kecamatan Benda.

“Karena objeknya sama, kami kembangkan dari TKSK Benda menjadi seluruh Kota Tangerang,” jelasnya.

Bayu berujar, belum ada calon tersangka dari hasil pemeriksaan para saksi. Pihaknya menunggu bukti yang kuat hingga dapat dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. Kejari Kota Tangerang menargetkan dapat mengungkap praktik penyelewengan bansos se-Kota Tangerang.

Baca Juga :  Pegawai Bank Ditahan, 11 Kali Pindahkan Dana Nasabah ke Rekening Penampungan Tanpa Izin

“Masih jauh untuk penetapan tersangkanya, masih banyak objek harus ditelusuri,” ujarnya.

bantenpro.id sebelumnya memberitakan, dugaan korupsi dana bansos yang dilakukan TKSK di Kecamatan Benda ini berawal dari pengakuan warga yang mengatakan tak menerima dana bansos dalam kurun waktu tertentu. Petugas TKSK ternyata memegang kartu-kartu keluarga sejahtera (KKS) yang juga berfungsi sebagai ATM tersebut.

Tak cuma kartu, petugas TKSK bahkan memiliki PIN setiap kartunya. Praktis, oknum TKSK ini dengan leluasa menggesek kartu tersebut saat dana bansos cair dan diam-diam menikmatinya. Dalam perkembangannya Kejari Kota Tangerang kemudian melakukan penyelidikan kasus yang mencuat sejak Maret 2021 itu. (mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *