Wali Kota Perintahkan Pembuatan Sirkuit Motocross Dipercepat

bantenpro.id – Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah meninjau pengerjaan pembuatan sirkuit motocross di wilayah Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari. Dia menilai pengerjaannya lambat. Padahal perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten sudah di depan mata.

Arief pun memerintahkan pelaksana agar mempercepat pembuatan sirkuit itu. Dia meminta peralatan maupun tenaga dikerahkan dengan maksimal.

“Jangan sedikit-sedikit begini kerjainnya, turunin alat yang memang bakal membantu pembangunannya biar cepat selesai, kalau seperti ini lama selesainya,” ujar Arief dalam keterangan pers.

Arief menyarankan koordinator pelaksana agar berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk menyediakan alat berat guna mempercepat pembuatan sirkuit.

“Misal, di lokasi itu harus ada excavator, mesin giling dan dozer. Fungsinya kan masing-masing berbeda, jadi nanti dozer dulu untuk meratakan tanahnya disambut dengan mesin giling untuk pemadatan tanahnya, baru lanjut excavator untuk merapikan,” papar Arief.

“Jangan ngirit-ngirit kerjanya, jadi kalau alatnya ada semua walau dia belum gerak alatnya tapi ketika dibutuhkan dia bisa langsung kerjain,” sambungnya.

Tenaga Ahli Pembuatan Sirkuit Motocross Barce Eriawan mengatakan yang sudah dilakukan adalah tahap pemadatan dan pemerataan lahan. Namun yang menjadi kendala adalah masih terdapat sebagian lahan bertekstur lumpur sehingga memerlukan batu kapur untuk memadatkannya.

Saat ini pihaknya tengah membentuk trek sirkuit. Nantinya akan ada 16 handicap atau rintangan di arena balap sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar trek 8 meter tersebut.

Baca Juga :  GOR Gondrong Masih Dibangun, 3 Hari Lagi Dipakai Pertandingan Voli

“Sekarang sudah masuk tahap pembentukan treknya dengan tanah liat, jadi startnya itu lebarnya 30 meter,” jelasnya.

Saat ini, kata Barce, pihaknya membutuhkan banyak puing dan biaya untuk memadatkan area paddock.

“(Butuh) puing dan uang. Puing itu digunakan untuk paddock area biar truk-truk pembalap enggak rembes kalo jalannya basah,” jelasnya.

Sementara pembina atlet balap motor Kota Tangerang, Arie Juliadi mengatakan, pembuatan sirkuit motocross ini dibiayai oleh dana bantuan sosial dari salah satu bank. Arie menyebut jumlahnya Rp500 juta.

Menurut dia, dana sebesar itu belum cukup untuk menciptakan sirkuit berstandar nasional. Pihaknya pernah menghitung dan mengusulkan anggaran mencapai Rp1,7 miliar untuk pembuatan sirkuit ini.

“Ini kan Kegiatan Pemda kaitan untuk venue balap motor dengan menggunakan dana CSR sekitar Rp500 juta. Itu pun jauh dari perkiraan kita,” kata Arie kepada bantenpro.id, Kamis (29/09/2022).

Untuk menutupi kekurangan biaya, kata Arie, pihaknya menawarkan peluang kepada pihak-pihak swasta untuk menjadi sponsor dalam pembuatan sirkuit tersebut.

Dia berharap, penawaran sponsor itu dapat tercapai agar persoalan biaya tidak menjadi hambatan pembuatan sirkuit yang akan digunakan dua bulan lagi.

“Kita nyari sponsor ke perusahaan-perusahaan,” jelasnya.

Arie juga mengatakan nantinya di sekitar arena balap itu akan dibangun area foodcourt untuk para pelaku bisnis menjajakan dagangannya.

Namun saat ini, area food court itu bukan menjadi prioritas bagi Arie. Sebab, area itu nantinya akan dibangun oleh Pemerintah Kota Tangerang. (mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.