Tak Pernah Setor Deviden, Wacana Restrukturisasi PT TNG Mengemuka

bantenpro.id – PT Tangerang Nusantara Global (TNG) terus merugi. Wacana restrukturisasi badan usaha milik daerah Kota Tangerang itu pun mengemuka. Restrukturisasi ditujukan untuk menyehatkan BUMD agar dapat beroperasi secara efisien, akuntabel, transparan dan profesional.

Pengamat Kebijakan Publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP) Riko Noviantoro menanggapi kerugian berturut-turut yang dialami PT TNG. Riko mengatakan hal ini perlu menjadi catatan penting. Menurutnya, kerugian itu disebabkan oleh kinerja jajaran direksi PT TNG yang belum optimal dalam menggali potensi bisnis.

“Kerugian ini harus dilihat sebagai dampak dari faktor intenal manajemen PT TNG yang kurang memadai dan faktor eksternalnya yakni dampak pandemi Covid-19,” kata Rico kepada bantenpro.id, Kamis (21/07/2022).

Rico meminta lemahnya manajemen PT TNG tiga tahun belakangan ini perlu dievaluasi secara khusus. Sebab, misi dibentuknya PT TNG adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang. Namun nyatanya PT TNG terus menerus mengalami kerugian.

Rico menyarankan, jika di tahun 2022 ini PT TNG belum dapat memberikan kontribusi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang, maka Pemkot Tangerang selaku pemilik badan usaha perlu melakukan restrukturisasi perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja dan nilai BUMD. Hal ini mengingat manajemen PT TNG saat ini sebagian besar diisi oleh mantan pegawai Pemkot Tangerang.

Baca Juga :  Ditata Ulang PT TNG, Beban Pengeluaran PKL Pasar Lama Semakin Berat

“Ini kita lihat dulu kerja mereka enam bulan ke depan, Kalau masih gagal, maka perlu ada perombakan direksi,” ujar Rico.

Untuk diketahui, restrukturisasi BUMD telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tangerang No 8 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Peraturan tersebut mengamanatkan restrukturisasi dilakukan terhadap BUMD yang terus menerus mengalami kerugian dan kerugian tersebut mengancam kelangsungan usaha BUMD. Restrukturisasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan nilai BUMD serta memberikan manfaat berupa deviden kepada daerah.

Sementara sejak dibentuk hingga saat ini, PT TNG belum pernah memberikan deviden kepada daerah. Bahkan tiga tahun terakhir, PT TNG mencatatkan kerugian sejumlah 9,3 miliar.

Direktur PT TNG Edi Candra menyatakan, pihaknya masih terus mengembangkan bisnis-bisnis yang telah direncanakan, mulai dari perparkiran, pariwisata, transportasi, jasa keuangan, properti, jasa konsultasi, perdagangan, dan infrastruktur.

Kata Edi, pengembangan bisnis PT TNG sudah mulai membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia memberi contoh, pendapatan dari pengelolaan parkir yang merangkak naik tiap tahunnya. Omzet parkir sejak 2018 hingga 2021 tercatat sebanyak Rp5 miliar. Namun dari pendapatan tersebut belum dapat memberikan deviden ke kas daerah, sebab tercatat masih ada minus keuangan.

“Secara regulasinya, kita tidak bisa memberikan deviden ke Pemkot Tangerang karena kita masih ada minus pada keuangan kita,” kata Edi kepada bantenpro.id, Rabu (20/07/2022).

Baca Juga :  3 Tahun Rugi Rp9,3 Miliar, Penyusutan Nilai Bus Tayo dan Si Benteng Jadi Beban

Edi optimistis, pihaknya dapat memberikan deviden kepada kas daerah Kota Tangerang pada tahun ini. Edi melihat, pertumbuhan bisnis yang dijalankan PT TNG mulai membaik. Meskipun masih terdapat kendala seperti dalam mengoptimalkan lahan parkir.

“Insya Allah di tahun ini kita sudah bisa memberikan deviden ke Pemkot Tangerang, karena kan belanja modal di lelang PSEL sudah balik, kita juga dapat success fee dari proyek itu, totalnya sekitar Rp3 miliar,” jelas Edi. (mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *