Sirkuit Motocross Neglasari Bakal Gusur Penolak Pengosongan Lahan

bantenpro.id – Pemerintah Kota Tangerang segera membangun sirkuit motocross di Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari. Warga RW 05 dan RW 08 diminta mengosongkan lahan yang selama ini ditempati.

Lahan seluas 7 hektare tersebut akan dijadikan arena sirkuit motocross untuk perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Oktober mendatang. Mereka yang menolak pengosongan, tetap akan digusur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Abduh Surachman mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang berhak meminta warga untuk mengosongkan lahan yang saat ini ditempati warga. Sebab, lahan tersebut merupakan barang milik daerah, di mana Dinas Ketahanan Pangan adalah sebagai pengguna barang.

Surat pemberitahuan pengosongan lahan tertanggal 15 Juni 2022 telah dilayangkan untuk warga yang tinggal di atas lahan Pemerintah Kota Tangerang. Dalam surat tersebut, warga diminta segera mengosongkan lahannya pada minggu pertama di bulan Juli 2022.

“Saya bikin surat untuk meminta masyarakat yang di situ untuk pindah,” ujar Abduh kepada bantenpro.id, Senin (04/07/2022).

Abduh berujar, status pengguna lahan tersebut kini sedang dalam proses peralihan dari Dinas Ketahanan Pangan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Tinggal tunggu keputusan wali kota saja untuk proses pengalihannya,” ujarnya.

Camat Neglasari Tubagus Sanny Soniawan mengatakan, pihaknya sudah menyosialisasikan kepada warga perihal pemberitahuan pengosongan lahan. Namun, belum ada pembahasan perihal uang kompensasi yang dibahas oleh pemerintah dengan warga.

Baca Juga :  Pengosongan Lahan dan Maklumat Dinas Ketahanan Pangan

“Belum (pembahasan uang kompensasi), kalau pembicaraan kebutuhan untuk Porprov baru sekarang sekarang,” ujarnya.

Sementara warga yang menempati lahan berharap cemas dengan rencana pembangunan sirkuit yang dinilai sebagai proyek mendadak.

Ketua RW 08 Iwan mengaku dirinya menerima surat pemberitahuan pengosongan lahan pada 22 Juni 2022. Warga diberikan waktu 2 pekan untuk hengkang dari tempat tinggalnya.

Iwan berharap, dia bersama 180 keluarga yang tinggal di atas lahan pemerintah itu mendapat uang kompensasi atas pengosongan lahan.

“Kami memang tinggal di atas lahan pemerintah, cuma kan ini bangunannya kita bangun sendiri, jadi kita berharap ada kompensasi yang diberikan Pemkot Tangerang kepada warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Tangerang Kaonang menargetkan, arena balap motor tersebut rampung sebelum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2022 Oktober mendatang.

Di sirkuit tersebut nantinya terdapat dua tipe arena yakni tipe elite dan junior. Sirkuit motocross yang berlokasi tak jauh dari Bandara Internasional Soekarno Hatta tak didesain dengan tribun bertingkat lantaran harus mematuhi aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) bandara.

Kaonang enggan menyebutkan biaya yang digelontorkan Pemkot Tangerang untuk membuat sirkuit tersebut. Sebab, teknis kontruksinya bukan menjadi tanggung jawab Dispora.

“Kota Tangerang kekurangan venue untuk porprov cabang olahraga motocross. Maka kami bangun sirkuit motocross yang tidak mengganggu dan ke depannya untuk menyalurkan anak-anak kita daripada balapan liar,” kata Kaonang.

Baca Juga :  Duit Rp74 Miliar Punya Siapa?

Tak hanya digunakan untuk pagelaran porprov. Sirkuit tersebut nantinya akan dikomersilkan oleh Pemkot Tangerang untuk pendapatan daerah. (mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *