DPRD Soroti Kebakaran di Kota Tangerang dan Anggaran Damkar

bantenproNews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang menilai kebakaran di Kota Tangerang menjadi kejadian bencana yang harus benar-benar dipikirkan secara matang. Ada 119 lebih kasus kebakaran kurun Januari-September 2021 dengan 53 korban jiwa.

“ Ini menjadi catatan penting. Angka kebakaran dan korban jiwa jangan dilihat dari angka-angka statistik. Semestinya, satu nyawa pun jangan sampai melayang,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Andri Permana kepada bantenpro.id, Kamis (11/11/2021).

Andri berpendapat, melihat kebakaran yang terjadi di Kota Tangerang, diperlukan personel pemadam yang profesional dan mumpuni. Salah satu upaya untuk mewujudkan damkar yang profesional dan mumpuni iu adalah terpenuhinya standar kualitas dan kuantitas personel pemadam.

Politikus PDIP itu berharap agar damkar yang saat ini di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas personelnya.

Untuk mencapai itu, perlu ada pengelolaan manajemen kebencanaan yang baik. Manajemen kebencanaan yang baik itu, harus dikelola oleh sumber daya manusia dalam hal ini ialah personel damkar yang tentunya harus profesional.

“Kata kuncinya adalah sumber daya manusia di BPBD-nya secara kualitasnya ditingkatkan, bisa melalui pelatihan, terus juga perlu ditambah (SDM-nya -red), karena bicara pelayanan publik untuk mengcover kewilayahan juga tidak bisa disiasatin kalau secara SDM kuantitasnya sedikit,” jelasnya.

Andri mengakui keterbatasan anggaran menjadi hambatan BPBD dalam menjalankan manajemen kebencanaan dengan optimal. Karenanya memang, perlu adanya keberpihakan alokasi anggaran untuk BPBD. Itu artinya, masalah bukan pada ada-tidaknya anggaran. Tapi cukup-tidaknya anggaran tersebut, dan efektif-tidaknya anggaran tersebut mengurangi bencana kebakaran di Kota Tangerang.

Baca Juga :  Wali Kota Perintahkan Dinas PUPR Perbesar Penampungan Pompa Banjir

“Perlu adanya keberpihakan alokasi anggaran teman-teman BPBD,” ujarnya. (mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *