Waspadai Pengumpulan KTP Jelang Pemilu 2024

bantenpro.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang mengingatkan warga untuk mewaspadai pengumpulan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dengan tujuan yang tidak jelas atau berkedok kegiatan di masyarakat. Hal ini penting dilakukan guna mengantisipasi penyalahgunaan KTP tersebut demi kepentingan partai politik tertentu.

Bawaslu juga sedang menelusuri kemungkinan adanya makelar pemburu KTP masyarakat. Apalagi saat ini menjelang masa pendaftaran partai politik untuk Pemilu 2024.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim mengatakan, pihaknya membuka layanan pengaduan untuk masyarakat yang curiga atau merasa dirugikan atas modus pengumpulan KTP tersebut.

Aduan tersebut nantinya akan menjadi dasar pertimbangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam memverifikasi berkas pendaftaran parpol.

“Kalau ada masyarakat yang melihat atau mengalami hal itu, bisa melakukan pengaduan kepada kami. Jika mereka merasa dirugikan, ini jadi kewajiban kita dalam memberikan penilaian-penilaian itu unsur kesengajaan atau tidak,” ujar Agus kepada bantenpro.id di acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Menyongsong Pemilu 2024 pada Senin (13/06/2022).

Untuk diketahui, pendaftaran dan verifikasi partai politik peserta Pemilu 2024 dilaksanakan pada 29 Juli hingga 13 Desember 2022.

Bawaslu Kota Tangerang berharap Komisi Pemilihan Umum melakukan pengecekan langsung ke lapangan saat melakukan verifikasi keanggotaan partai politik.

Agus mengatakan, pihaknya juga bersiap membentuk tim adhoc untuk mengawasi jalannya Pemilu 2024. Di antaranya tiga pengawas di tiap kecamatan dan satu pengawas di tiap kelurahan serta pengawas di tiap tempat pemungutan suara.

Baca Juga :  Waspada Jual Beli Data Palsu untuk Pemilu

Ketua KPU Kota Tangerang Achmad Syailendra mengatakan, kemungkinan adanya pencatutan KTP untuk pendaftaran parpol akan dibuktikan melalui tahapan verifikasi faktual. Jika terbukti identitasnya dicatut, maka warga dapat memberikan surat pernyataan tidak mendukung parpol yang mencatut namanya kepada KPU.

Namun, tidak ada sanksi bagi parpol yang mencatut KTP. Hanya saja, jumlah keanggotaan pada parpol yang melakukan praktik curang itu akan dikurangi.

“Nama yang bersangkutan itu (nama masyarakat yang dicatut) dinyatakan tidak memenuhi syarat saja, misalkan dari 1000 pendukung, kemudian yang tidak memenuhi syaratnya ada lima, ya kan berkurang,” ujar Syailendra.

Syailendra menjelaskan, tahapan Pemilu 2024 telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 tahun 2022 tentang Tahapan dan Penyelenggaraan Pemilu 2024.

Berikut ini tahapan dan jadwal Pemilu 2024:

  1. Perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan pemilu. (14 Juni 2022-14 Juni 2024)
  2. Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih (14 Oktober 2022- 21 Juni 2023)
  3. Pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu (29 Juli 2022-13 Desember 2022)
  4. Penetapan peserta pemilu (14 Desember 2022)
  5. Penetapan jumlah kursi dan penetapan daerah pemilihan (14 Oktober 2022-9 Februari 2023)
  6. Pencalonan anggota DPD (6 Desember 2022-25 November 2023)
  7. Pencalonan anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota (24 April 2023-25 November 2023)
  8. Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden (19 Oktober 2023-25 November 2023)
  9. Masa kampanye pemilu (28 November 2023-10 Februari 2024)
  10. Masa tenang (11 Februari 2024-13 Februari 2024)
  11. Pemungutan suara (14 Februari 2024)
  12. Penghitungan suara (14 Februari 2024-15 Februari 2024)
  13. Rekapitulasi hasil penghitungan suara (15 Februari 2024-20 Maret 2024)
  14. Penetapan hasil pemilu (paling lambat 3 hari setelah pemberitahuan MK atau 3 hari setelah putusan MK)
  15. Pengucapan sumpah/janji DPR dan DPD (1 Oktober 2024)
  16. Pengucapan sumpah/janji Presiden dan Wakil Presiden (20 Oktober 2024)
Baca Juga :  Enam Kades Masuk Parpol: Lima Dicatut, Satu Mengundurkan Diri

Tahapan dan Jadwal Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Jika 2 Putaran:

  1. Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih (22 Maret 2024-25 April 2024)
  2. Masa kampanye pemilu (2 Juni 2024-22 Juni 2024)
  3. Masa tenang (23 Juni 2024-25 Juni 2024)
  4. Pemungutan suara (26 Juni 2024)
  5. Penghitungan suara (26 Juni 2024-27 Juni 2024)
  6. Rekapitulasi hasil penghitungan suara (27 Juni 2024- 20 Juli 2024)

(mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.