Sampah di Jalan Raden Patah Persoalan Lama, DLH: Kiriman Warga Luar Kota

bantenpro.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menyatakan tumpukan sampah di Jalan Raden Patah, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang adalah persoalan lama. Kejadian itu sudah berulang. Pengangkutan sampah sudah rutin dilakukan. Setiap selesai dilakukan, esok harinya muncul lagi.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Tangerang Yudi Pradana menyebut, sampah-sampah yang dibuang di median jalan tersebut kebanyakan berasal dari luar Kota Tangerang yang berbatasan dengan Kecamatan Ciledug. Sampah tersebut dibuang pada waktu dini hari.

“Mungkin (penyumbang sampahnya) 20 persen warga Kota Tangerang, 80 persennya warga luar,” katanya dalam keterangan tertulis diterima bantenpro.id, Kamis (05/05/2022).

Yudi tak menampik bahwa ada sebagian warga Kota Tangerang menjadi pelaku pembuangan sampah sembarangan. Meskipun, Pemkot Tangerang sudah menyediakan angkutan motor pengangkut sampah di setiap Kelurahan untuk mengangkut sampah rumah tangga.

Di sisi lain, kata Yudi, pada momen Hari Raya Idul Fitri, diperlukan sebanyak 3 truk untuk mengangkut sampah dari tumpukan di Jembatan Jalan Raden Fatah.

Jumlah truk tersebut naik tiga kali lipat dari hari biasanya. Volume sampah yang bermuara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, juga berpotensi meningkat.

“Memang pagi itu volume sampahnya memang banyak, akhirnya tiga armada (yang mengangkut),” tutur Yudi.

Yudi berjanji pihaknya bakal mencari solusi untuk penanganan sampah di Jalan Raden Patah tersebut. (bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *