Pelanggan Mudik Gratis Ini Dilarang Ikut Rombongan, Ternyata Lupa Penuhi Syarat

Mudik Hari Raya Idul Fitri kembali diadakan pada 2022 ini. Sebelumnya, selama 2 tahun, pemerintah melarang adanya mudik akibat pandemi Covid-19. Kesempatan ini banyak dimanfaatkan oleh warga perantau untuk bisa kembali ke kampung halaman tercinta.

bantenpro.id – Terminal Poris Kota Tangerang tampak bergeliat Kamis (28/04/2022) pagi. Ratusan para calon penumpang bus, mulai hilir mudik berdatangan memenuhi terminal yang berlokasi di Jalan Benteng Betawi.

Tua, muda, mereka tampak sibuk membawa berbagai tas besar, hingga kardus berisi aneka ragam barang. Mereka punya tujuan yang sama. Ingin pulang kampung, setelah hampir dua tahun lamanya tak bisa bercengkerama dengan sanak famili atau handai tolan-nya.

Di antara ratusan calon penumpang bus, seorang pria terlihat gelisah dan termenung. Dia sudah bolak-balik menemui petugas terminal sambil menenteng tas besar. Pria itu bernama Heri. Dia warga Jakarta Barat, yang telah mendaftar program mudik gratis Kementerian Perhubungan.

Setelah berdialog dengan petugas terminal, raut wajah Heri menunjukkan kekecewaan dan penyesalan. Dia kecewa tak bisa naik bus gratis untuk mudik ke kampung halamannya di Semarang, Jawa Tengah. Dia juga menyesal karena tak paham alur dan syarat proses pendaftaran mudik gratis.

Tibanya dia di Terminal Poris sekitar pukul 08.00 WIB, semangat dan harapan Heri pun pupus untuk dapat pulang ke kampung halaman di Semarang, Jawa Tengah. Nama Heri tak terdaftar sebagai penumpang program mudik gratis Kementerian Perhubungan.

“Sebelumnya kan sudah ada pengumuman pendafataran, lalu saya daftar secara online melalui handphone,” kata Heri kepada bantenpro.id.

Setelah mendaftar secara online, rupanya Heri luput memenuhi syarat memverifikasi data yang sudah didaftarkan ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang.

“Saya kira langsung begitu daftar online, langsung bisa ke sini (Terminal Poris),” ucapnya.

Akibatnya, Heri gagal untuk pulang kampung setelah dua tahun tak mudik. Heri tak memiliki cukup uang untuk membeli tiket bus

Mudik gratis yang diadakan pemerintah ini bukanlah kali pertama diikuti Heri. Bahkan dia sudah menjadi ‘pelanggan’ setia mudik yang dibiayai oleh negara itu di setiap momen Lebaran.

Di tengah kebingungannya, Heri kembali mencoba melobi petugas di terminal. Namun, jawaban petugas tetap sama. Heri tak bisa ikut dalam rombongan. Heri pub pulang ke kediamannya di Jakarta Barat.

Sementara, ratusan pemudik di Terminal Poris ini diberangkatkan dengan menggunakan 80 unit bus dengan tiga rute tujuan. Yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pelepasan pemudik dari Terminal Poris diawali dengan acara simbolis pengibaran bendera start yang dilakukan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, Direktur Angkutan Jalan pada Badan Pengelola Transportas Jabodetabek (BPTJ) Tatan Rustandi, Kepala Dinas Perhubungan Wahyudi Iskandar dan Kepala Terminal Poris Plawad Alwien Athena Alwie. (mst/bpro)

Writer: Sultan Tanjung