Boleh Sahur on The Road di Kota Tangerang, Asalkan…

bantenpro.id – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memeriahkan bulan suci Ramadan, mulai dari menyiapkan menu berbuka puasa yang lezat, bertadarus di malam hari, hingga melangsungkan sahur on the road.

Sahur on the road adalah kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan sekaligus mencari pahala di bulan Ramadan. Kegiatan ini umumnya dilakukan sambil membagikan menu sahur kepada muslim lainnya.

Sayangnya, aktivitas sahur on the road yang seharusnya menjadi kegiatan positif dan dapat menumbuhkan rasa empati, gotong-royong dan rela berkorban ini mengalami pergeseran kegiatan. Di mana bermula membagikan makanan sahur berubah menjadi ajang kumpul-kumpul oknum kelompok untuk adanya terjadi tawuran serta anarkisme lainnya.

“Saat ini kejadian ini sering terjadi kepada anak-anak sekolah. Kami tidak ingin ada masyarakat kita yang menjadi korban hanya karena mereka terjadi benturan,” kata Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat mengikuti diskusi Ngobrol Pintar Isu di Tengah Masyarakat (Ngopi Item) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya di Tangcity Mall, Jumat (08/04/2022).

Acara tersebut juga dihadiri Kepala Polres Metro Tangerang Komisaris Besar Komarudin dan Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo.

Karena terjadinya pergeseran kegiatan ini, maka muncul larangan sahur on the road yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Tetapi bukan berarti melarang muslim untuk bersedekah membagikan makan sahur. Sahur on the road dengan tujuan bersedekah dibolehkan asalkan mendapat pengawalan dari polisi.

Baca Juga :  Cuti Bersama Libur Lebaran, Tiket Pesawat Naik 2-5 Kali Lipat

Kepala Polres Metro Tangerang Komisaris Besar Komarudin menjelaskan pihaknya menerjunkan sebanyak 250 personel untuk melakukan pengawalan bagi masyarakat yang ingin melakukan pemberian makanan saat sahur.

“Manakala ada yang ingin dibagikan ke masyarakat, dari kami akan bantu pengawalan. Sebanyak 250 personel kami yang tersebar di 35 titik pos pemantauan keamanan dan ketertiban masyarakat siap dikerahkan, tinggal diinformasikan ke pihak kepolisian,” ujar Komarudin.

Komarudin menuturkan, alasan pihaknya melakukan pengawalan, lantaran menghindari terjadinya kejahatan jalanan atau street crime.

“Kalau mau bersedekah di bulan Ramadan, lebih baik dengan cara-cara yang elegan untuk menghindari terjadinya gesekan atau gangguan kamtibmas,” katanya. (mst/bpro)