Mengaku Bakal Rugi, Pedagang Tolak 10 Ton Minyak Goreng Curah

bantenproNews – Rencana Pemerintah Kota Tangerang menggandeng distributor untuk mendistribusikan minyak goreng curah dengan harga murah mendapat penolakan. Pedagang di Pasar Anyar mengaku keberatan membeli minyak goreng curah dengan harga Rp13 ribu per liter dan diharuskan menjualnya seharga Rp14 ribu per liter kepada konsumen.

Menurut pedagang, sistem penjualan minyak goreng curah yang digagas Pemkot Tangerang tersebut justru bakal merugikan mereka.

Salah seorang pedagang, Enguan (55) mengatakan, menjual dengan harga Rp13 ribu per liter sama saja menimbulkan konflik harga minyak goreng di pasar. Sebab selama ini, minyak goreng curah dijual dengan harga per kilogram. Bukan per liter.

“Kalau minyak curah hitungannya per liter, orang pada enggak mau beli. Kalau liter mah rugi, belum modal plastik, karet, tenaga, kadang-kadang penyusutan (minyaknya),” kata Enguan kepada bantenpro.id, Senin (28/03/2022).

“Udah begini aja, suruh pemerintah yang iketin aja (bungkus minyak curah), biar kita jual udah apa adanya, terima jadi,” sambungnya.

Diamini pedagang lainnya, David (24), mengaku tak berminat membeli minyak goreng curah dari distributor mitra pemerintah. Menurutnya, sistem penjualan minyak tersebut dapat menimbulkan protes dari para konsumen.

“Pembelinya pasti keberatan, soalnya dia (pembeli) tahunya dijual dengan hitungan per kilo bukan per liter. Kalau kita ngurangin dari hitungan kilo menjadi satuan liter, kita yang diprotes,” kata David.

Baca Juga :  Penjualan Minyak Goreng Dibatasi, Harga Tembus Rp20 Ribu

Dia mengatakan belum ada sosialisasi dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindag-UKM) Kota Tangerang maupun PD Pasar Kota Tangerang terkait pendistribusian minyak goreng curah tersebut.

Pegawai Sub Koordinator Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag-UKM Kota Tangerang Teguh Heriyadi sebelumnya mengatakan, sebanyak 10 ton minyak curah bakal didistribusikan kepada pedagang Pasar Anyar yang rencananya berlangsung besok, Selasa (29/03/2022).

Distribusi minyak goreng curah ini dilakukan menyusul tingginya harga minyak goreng kemasan. Selain itu juga guna menanggulangi kesenjangan harga jual dan stok minyak goreng antara pasar tradisional dan minimarket.

Teguh menuturkan, ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi oleh pedagang untuk membeli minyak yang didistribusikan nanti. Syaratnya ialah menunjukan KTP, NPWP, dan mengisi formulir pakta integritas.

”Jadi di pakta integritas itu dicantumkan bahwa para pedagang harus menjual minyak goreng curah dengan harga sesua Harga Eceran Tertinggi Rp14 ribu per liter, tidak boleh lebih dari itu,” kata dia.

(mst/bpro)