Menjerat Sampah di Kali Ledug, Sungai Bersih Cegah Banjir

bantenproNews – Waste trap atau penjerat sampah sungai dipasang di Kali Ledug, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Minggu (27/03/2022). Pemasangan dilakukan oleh komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci), Aliansi Aliran DAS CIsadane (AADC), perusahaan bir PT Multi Bintang Indonesia bersama Pemerintah Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengatakan, waste trap juga rencananya akan dipasang pada aliran sungai lainnya. Waste trap menjadi salah satu andalan dalam menghadapi persoalan pencemaran sungai yang disebabkan oleh sampah.

“Iya salah satu, kalau pasang waste trap itu kan salah satu aksi bagaian untuk penanganan sampah, selain itu juga kita sosialisasikan ke masyarakat untuk tidak buang sampah ke sungai,” ujar Ruta kepada bantenpro.id di lokasi.

Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Air Sedunia. Instalasi waste trap berfungsi untuk menjerat sampah di sungai agar tidak mengalir ke laut. Waste trap dipasang memanjang dari sisi sungai ke sisi sungai di seberangnya untuk menghalau sampah yang ada di permukaan sungai. Bentuknya mirip jembatan apung.

Sampah yang terjerat kemudian dikumpulkan dan dikirim untuk dikelola oleh bank sampah setempat, yang kemudian dapat menjadi penghasilan bagi masyarakat.

Pemasangan waste trap di Kali Ledug dilakukan karena sampah yang melintas di sungai ini cukup banyak. Ruta mengatakan pemasangan waste trap itu juga dapat mencegah terjadinya penyumbatan pada aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir maupun genangan di wilayah Kota Tangerang.

Baca Juga :  Bandar Sampah Gang Macan Divonis Setahun Penjara

“Memang dalam hal ini untuk membuat aliran sungai yang bersih dan nanti dampaknya akan lebih nyaman dan terhindar dari banjir,” jelas Ruta.

Direktur Banksasuci Ade Yunus mengatakan, teknologi waste trap itu merupakan teknologi yang diadopsi dari Jerman. Ia berharap, waste trap dapat digunakan Pemkot Tangerang untuk menjaga kebersihan aliran sungai.

Bukan hanya pemerintah, kata Ade, masyarakat juga harus terlibat untuk menjaga kualitas air sungai. Sebab air merupakan sumber kehidupan.

“Harapan kita itu. Kita aja bisa, masa pemerintah enggak bisa,” paparnya. (mst/bpro)