Masih Terlelap saat Azan Subuh, Kobaran Api Ludeskan 45 Kios di Pagi Hari

bantenproNews – Azan subuh berkumandang dari pengeras suara Masjid At-Taqwa di tengah kawasan Kompleks Perumahan Mutiara Garuda, Jumat (25/03/2022) sekitar pukul 04.50 WIB.

Para pedagang penghuni kios di jalan utama komplek masih tertidur lelap. Mereka baru bangun 1,5 jam kemudian, saat api sudah berkobar hebat di atap-atap kios.

Rizky kaget bukan kepalang mendengar pintu kiosnya digedor-gedor dengan sangat kencang. Jarum jam di tangannya saat itu menunjukkan angka 06.30 WIB.

“Kebakaran-kebakaran…,” teriak seseorang dari luar kios.

Sebelum dibangunkan, Rizky memang sempat sayup-sayup mendengar suara gemericik di atap kiosnya yang terbuat dari asbes. Dia mengira itu adalah suara rintikan air hujan. Karenanya, dia dan seorang kawannya tetap asyik tertidur.

Sadar bahaya telah mengancam dirinya, Rizky bergegas membuka pintu kios. Dia panik. Yang terpikirkan saat itu adalah bagaimana menyelamatkan barang-barang berharga miliknya dan barang dagangannya.

“Orang itu bilang, apa yang bisa diselamatin, selamatin dulu soalnya api sudah gede. Enggak sampai dua menit, api sudah membakar kios saya,” ujar Rizky kepada bantenpro.id di lokasi.

Menurut Rizky, saat itu tak terlihat inisiatif pedagang lainnya maupun warga sekitar untuk melakukan pemadaman. Kebakaran bahkan menjadi tontonan orang-orang yang melintas di jalan utama komplek.

“Siapa yang sanggup (padamin api segitu besarnya), barang yang enggak kebakar aja panas, dada saya sesaknya bukan main karena api hitam tebal begitu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Motor Terbakar Jadi Tontonan Warga, Reaksi 2 Orang Ini Patut Dicontoh

Pedagang lainnya, Adi mengalami hal yang sama. Dia sempat dikepung asap hitam yang sudah mengepul di dalam kiosnya saat dirinya tertidur.

Pedagang yang sudah berjualan di lokasi tersebut selama 6 tahun itu pun hanya mampu menyelamatkan sejumlah barang berharganya saja.

Menurut Adi, mobil petugas pemadam kebakaran baru sampai di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB. Dia tak berharap banyak pada petugas pemadam mengingat api sudah besar dan membakar sebanyak 45 kios. Tidak ada harapan barang dagangan terselamatkan. Kios-kios sudah lebih dahulu ludes dilumat api.

“Lambat dia (petugas pemadam kebakaran), sudah habis semua (kios terbkar). Dia datang sekitar jam 07.30 WIB. Jadi kebakaran melalap semuanya. Cuma butuh waktu 45 menit doang. Jadi cepet merambatnya,” bebernya.

Kata Adi, ia bersama pedagang lainnya kini mencoba menuntut pertanggungjawaban pengelola kios di Komplek Mutiara Garuda.

“Mau ke kantor pengelola dulu minta solusinya. Ya namanya musibah mau diapain lagi,” katanya.

Pantauan di lokasi pukul 10.30 WIB, api sudah padam. Petugas pemadam kebakaran pun telah meninggalkan lokasi kebakaran.

Terlihat para pedagang tengah membereskan sisa-sisa barang yang masih berbentuk. Sebagain pedagang, ada yang tengah meratapi kiosnya dengan berlinang air mata.

Hingga menjelang tengah hari, bangunan yang porak-poranda oleh si jago merah itu masih menjadi pusat perhatian warga sekitar maupun pengendara jalan.

Baca Juga :  Berawal dari Kediaman Habib, 13 Rumah di Neglasari Ludes Terbakar

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan kebakaran di pasar Komplek Mutiara Garuda ini diduga disebabkan hubungan pendek arus listrik dari salah satu kios. Barang yang mudah terbakar di dalam kios menyebabkan api dengan cepat membesar dan merembet ke kios-kios lainnya. (mst/bpro)