Motif Tewasnya Viki Diduga Bunuh Diri, Polisi Temukan Bullying di Media Sosial

bantenproNews – Polisi masih menyelidiki motif tewasnya Viki Musafa (26), pemuda yang mayatnya ditemukan dalam keadaan tergantung di rumah kontrakan.

Dugaan sementara, polisi menyatakan pemuda warga Ciledug, Kota Tangerang, itu tewas karena bunuh diri. Polisi juga menduga Viki nekat mengakhiri nyawanya akibat perundungan atau bullying di media sosial. Dugaan itu muncul saat ada unggahan di twitter yang menyebut Viki sebagai pelaku pelecehan seksual.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Tangerang Kota Komisaris Polisi Rudi Ardiana mengatakan, pihaknya bakal memanggil para pemilik akun yang mengetahui permasalahan Viki. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

“Kita cuma pengen tahu latar belakangnya, kenapa orang ini (Viki) meninggal dengan gantung diri,” kata Rudi kepada bantenpro.id, Senin (14/03/2022).

Baca Juga :  Pemuda di Ciledug Tewas dengan Tubuh Tergantung di Rumah Kontrakan

Namun, tak ada lagi peluang untuk menuntut para pemilik akun twitter yang menghujat Viki. Sebab, Viki selaku korban hujatan tersebut telah meninggal dunia.

Terlebih, penindakan hukum bagi pelanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) harus melalui delik aduan dari korban.

“Kalau enggak salah, enggak bisa diwariskan (delik aduannya),” kata dia.

Jasad Viki ditemukan pertama kali oleh orang tuanya dengan kondisi leher terikat dengan sehelai kain berwarna merah di rumah kontrakan di Ciledug, Sabtu (12/03/2022). (mst/bpro)