Hari Terakhir Produksi Tempe di Kota Tangerang

bantenproNews – Produsen tempe di Kampung Tempe, Kelurahan Koang Jaya, Kota Tangerang berhenti produksi mulai Sabtu (19/02/2022). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga kacang kedelai impor yang kian melonjak sejak tiga bulan terakhir.

Kini harga kedelai mencapai Rp11.300 per kilogram. Sebelumnya berkisar Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram.

Salah seorang produsen tempe Edo mengatakan, dia dan sejumlah produsen lain di Kampung Tempe akan mengikuti aksi mogok produksi massal.

“Ini hari terakhir kita produksi, mulai besok sampai tanggal 23 Februari kita enggak akan produksi,” kata Edo kepada bantenpro.id, Jumat (18/02/2022).

Apabila pemerintah tak menanggapi bentuk protes produsen, maka produsen bakal menaikkan harga jual tempe maupun tahu. Hal itu guna menanggulangi bengkaknya biaya produksi.

“Ya akan kita naikkan, tempe yang tadinya kita jual Rp5 ribu satu potongnya, akan kita naikkan menjadi Rp6 ribu per potongnya,” jelasnya.

Setiap harinya, Edo menghabiskan 600 kilogram kedelai impor untuk memproduksi tempe. Menurutnya, solusi penggunaan kacang kedelai lokal bukan menjadi solusi bagi para produsen.

Kualitas kedelai impor lebih bagus dibanding kedelai lokal. Di tempat produksinya, setiap hari menghabiskan 600 kilogram kedelai impor.

“Kedelai lokal kualitasnya kurang, stoknya juga kurang,” katanya. (mst)

Writer: Sultan Tanjung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *