Banjir karena Drainase Meluap, 360 Keluarga Terdampak

bantenproNews – Sebanyak 360 keluarga terdampak banjir yang terjadi di Kota Tangerang Selatan pascahujan Minggu (07/11/2021). Banjir setinggi 30 sentimeter hingga 1 meter itu kini mulai surut. Penyebab banjir di daerah itu disebabkan drainase yang tak mampu menampung volume air sehingga meluap.

”Ada 360 keluarga terdampak. Alhamdulillah air sudah surut. Banjir kemarin ada karena drainase tidak dapat menampung debit air. Kami tetap siaga dan pantau wilayah supaya penanganan bisa cepat,” kata Urip Supriyatna, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Senin (08/11/2021).

BPBD Kota Tangsel mencatat, banjir terjadi di RT 003 RW 002 Kampung Wadasari, RW 001 (RT 004, 005, 006, 007, 010, 011, 012, 013) Kampung Pondok Aren, dan RW 003 (RT 010, 013, 014) Kampung Pondok Aren, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren.

Air juga menggenangi permukiman warga RT 002 RW 004 Jurang Mangu Permai, RT 003 RW 015 Pondok Safari di Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren dan RW 012 Kompleks Pondok Payung Mas, Kelurahan Cipayung serta RT 006 RW012 Jalan Flamboyan Bawah, Kelurahan Rempoa di Kecamatan Ciputat Timur.

Pemkot Tangerang Selatan mengeruk sedimentasi di drainase dan kali, seperti di Pondok Maharta dan Kali Serua, untuk mengantisipasi banjir. Dari upaya tersebut ditargetkan 30 titik banjir berkurang menjadi 20 titik.

Baca Juga :  BPBD: 53 Jiwa Melayang Akibat Kebakaran

Banjir juga melanda Kecamatan Larangan dan Kecamatan Cipondoh di Kota Tangerang. Salah satunya di Kompleks Taman Asri karena drainase tak mampu menampung limpasan air dari hujan deras.

Guna mencegah bertambahnya dampak akibat cuaca ekstrem, Pemkot Tangerang menormalisasi aliran Sungai Cisadane, Kali Angke, Kali Cantiga, Kali Cirarab, dan Kali Sabi. Tujuannya guna mencegah banjir. Selain itu juga membangun 117 saluran drainase dan 18 titik turap serta menyiagakan 233 pompa banjir di daerah rawan banjir dan genangan.

”Kami siapkan 24 perahu, motor tempel, dan tenda pengungsian sebagai langkah mitigasi bencana. Juga ada tim reaksi cepat yang bersiaga 24 jam,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Deni Koswara. (bpro)

 

Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *