Laboratorium PMI Terbakar, Dua Orang Jadi Korban

bantenproNews – Alarm tanda bahaya berdering kencang diiringi kobaran api di Gedung Laboratorium Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, Jumat (11/02/2022) pagi itu.

Dari pengeras suara terdengar agar seluruh anggota PMI tidak panik dan keluar ruangan dengan tertib. Sumber api berasal dari mesin refrigenerated centrifugal (RC) di ruang laboratorium komponen yang korslet. Letupan api dari setop kontak RC pun muncul.

Sejumlah anggota PMI sempat memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (Apar). Namun api semakin membesar dan merambat ke mesin lainnya. Tak mampu menangani sendiri, anggota PMI segera menghubungi panggilan pemadam kebakaran Kecamatan Batu Ceper.

Tak butuh waktu lama, personel pemadam datang memadamkan api. Di sisi lain, anggota PMI menyelamatkan korban bernama Dennis yang masih terkurung di lantai satu area laboratorium.

Tak cuma Dennis, korban lainnya Wawan terjebak di area parkiran motor lantai dua. Kondisi Wawan terhimpit motor yang menimpanya.

Untuk menyelamatkan Wawan yang berada di lantai dua, tim kru ambulans dan tim penanggulangan bencana PMI menggunakan teknik seluncuran tali. Sedangkan anggota PMI lainnya menyelamatkan harta benda seperti kendaraan di tempat yang aman. Akhirnya, Wawan berhasil diselamatkan dan langsung di larikan ke rumah sakit.

Itulah simulasi penanganan kebakaran yang digelar di PMI Kota Tangerang bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban Kecamatan Batu Ceper.

Baca Juga :  Hakim Berhalangan, Dakwaan Perkara Kebakaran Lapas Batal Dibacakan

Wakil Ketua Bidang Pencitraan dan Kerjasama PMI Kota Tangerang Husbeni Gonzala menyebut, simulasi itu merupakan salah satu syarat akreditasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan.

Melalui kegiatan ini juga sebagai alat ukur kemampuan para anggota PMI dalam penanggulangan kebencanaan terutama kebakaran tetap terjaga dan terus meningkat.

“Kami libatkan ratusan orang termasuk relawan dan staf laboratorium, pihak terkait bahkan juga warga sekitar,” ujar Husbeni. (mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *