Ditata Ulang PT TNG, Beban Pengeluaran PKL Pasar Lama Semakin Berat

bantenproNews – Kawasan Pasar Lama ditata ulang PT Tangerang Nusantara Global (PT TNG). Beban pengeluaran pedagang semakin berat.

Sebab, perusahaan plat merah itu hanya menyewakan lapaknya saja. Ukuran lapak 2×3 meter dikenai biaya sewa Rp250.000 per minggu, sedangkan ukuran 2×1,5 meter dikenai biaya Rp200.000.

Wakil Ketua Komunitas UMKM Pasar Lama Kardi mengatakan, untuk biaya penitipan gerobak itu beda lagi dengan biaya sewa lapak.

Kardi merinci, untuk biaya penitipan gerobak itu seharga Rp200 ribu per bulan, sedangkan untuk tenaga dorong gerobaknya seharga Rp170 ribu. Pengeluaran per bulan semakin besar dibandingkan membayar salaran ke orang yang disebutnya preman.

“Jadi saya kan mengambil lapaknya yang Rp200 ribu, kalau sebulan sewa lapaknya Rp800 ribu, total pengeluarannya itu Rp1.170.000 kalau ditambah sama titip gerobak dan tenaganya,” urainya kepada bantenpro.id, Selasa (08/02/2022).

“Jelas makin berat karena pengeluarannya semakin tinggi,” sambungnya.

Pedagang lainnya Suwondo mengaku keberatan jika harus membayar biaya sewa ditentukan PT TNG.

Dia harus membayar dua lapak seharga Rp400 ribu per minggunya. Maka, Suwondo harus mengeluarkan uang sebesar Rp1,6 juta tiap bulan.

Ia menilai, biaya sewa yang ditentukan PT TNG itu lebih mahal jika dibandingkan salaran ke orang yang juga disebutnya preman.

“Kalau bisa kebijakan ini diturunkan, kami minta dikurangi biayanya. Dulu paling kita cuma keluarin uang ratusan ribu (untuk salaran), sekarang malah sampai jutaan,” paparnya. (mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *