Arief Sebut Banjir karena Tol, Anggota DPRD Minta Jangan Bikin Gaduh

bantenproNews – Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan keberadaan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II menjadi penyebab banjir di Kelurahan Jurumudi Lama, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Banjir berdampak pada 872 keluarga di sana.

Menurut Arief, wilayah tersebut bukanlah daerah langganan banjir. Sebelum ada jalan tol, banjir tak separah saat ini.

“Di mana kita lihat di belakang Kecamatan Benda dulu enggak pernah banjir, tetapi setelah ada tol JORR II ini, jadi tergenang. Karena memang melihat saluran yang dari tol itu digabung sama saluran air dari masyarakat. Itu yang saya pikir membuat air tidak bisa tertampung di paritnya dan menyebabkan banjir,” kata Arief saat meninjau lokasi banjir Rabu (19/01/2022).

Anggota DPRD Kota Tangerang Andri Permana menilai, pernyataan Arief tersebut sama saja menyalahkan Jalan tol sebagai penyebab utama banjir. Dia menyayangkan pernyataan itu.

“Tidak elok apabila pejabat publik memilih untuk gaduh di ruang publik, lebih baik mencari solusi bersama,” ujarnya.

Diketahui, pembangunan Tol JORR II itu dibangun dan dikelola PT Jakarta Kunciran Cengkareng (JKC). Menurut Andri, PT JKC tidak sepenuhnya salah dalam persoalan banjir di Kecamatan Benda. Sebab menurut Andri, banjir sudah kerap terjadi di wilayah itu.

Meski begitu, Andri tak menampik banjir di wilayah Benda diperparah oleh adanya pembangunan jalan tol itu.

Baca Juga :  Warga Periuk Jaya Menanti Perbaikan Tanggul Kali Sabi

“Sebelum ada jalan tol itu sudah langganan banjir walaupun memang debit airnya tidak sebanyak ini. Kecuali daratan ini tadinya kering terus tiba-tiba ada jalan tol terus banjir, baru bolehlah menyalahkan,” kata Andri kepada bantenpro.id, Sabtu (22/01/2022).

Ketimbang menyalahkan, Andri berharap Pemkot Tangerang dapat segera mengatasi persoalan banjir di Kecamatan Benda yang kerap terjadi tiap tahunnya.

“Berkomunikasi mencari solusinya, jangan menyalahkan di ruang publik. Warga menunggu solusinya, warga enggak berharap kegaduhan,” ujar Andri. (bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *