Tak Ada Saksi-Bukti Chat Dihapus, Polisi akan Panggil Ahli Forensik

Tangerang – Polisi masih berupaya mengumpulkan bukti atas laporan dugaan pencabulan yang dilakukan pria warga Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terhadap dua anak perempuan di bawah umur.

Saat diperiksa di Polres Metro Tangerang Kota Jumat (05/11/2021), terduga pelaku Saiful yang disebut-sebut sebagai guru mengaji itu membantah tuduhan mencabuli dua muridnya.

“Kemarin sudah diperiksa, nggak mengaku,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Tangerang Kota Tangerang Komisaris Polisi Abdul Rachim pada awak media, Sabtu (06/11/2021).

Lantaran tidak mendapat pengakuan, polisi berencana meminta keterangan dari saksi ahli. Polres Metro Tangerang Kota akan berkoodinasi dengan Polda Metro Jaya.

“Pelaku tidak mengakui, kita akan manggil saksi ahli yaitu ahli bahasa, labfor (laboratorium forensik) sama IT (informasi teknologi) Polda,” katanya.

Menurut Rachim, kepolisian tidak akan langsung mengambil kesimpulan dalam kasus ini. Pengumpulan bukti diperlukan, apalagi chat dari media sosial WhatsApp yang dijadikan barang bukti telah dihapus oleh terlapor.

“Polisi tidak mengejar pengakuan, tapi bukti. Bukti itu bukan berdasarkan opini katanya katanya. Karena enggak ada saksi, jadi susah, makanya kita tetap berhati-hati,” ujarnya.

Saiful dilaporkan melakukan pencabulan dua muridnya berinisial A (15) dan R (16). Perbuatan cabul itu dilakukan Saiful pada April 2021 lalu.

Dalam laporan kepada polisi, korban diiming-imingi akan diisi ilmu kebatinan oleh Saiful. Alih-alih mengisi ilmu, kedua korban justru mendapati pelecehan, mulai dari pelecehan dalam bentuk sentuhan fisik, hingga pelecehan melalui pesan singkat media sosial.

Baca Juga :  Perintah Kapolri Berantas Perjudian, Polisi Tangerang Langsung Gerebek Kantor Judi Online di Cipondoh

Kedua keluarga korban yang mengetahui hal itu kemudian melaporkan Saiful ke polisi pada Agustus 2021. (mst/bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *