Pemprov Buka Tender, Pembangunan RSJ dan Ketergantungan Obat Mulai Februari

bantenproNews – Sempat tertunda tahun lalu, keinginan Gubernur Banten Wahidin Halim membangun Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) di Banten bakal terwujud tahun ini.

Pemprov Banten menargetkan pembangunan RSJKO Banten dimulai pada pertengahan Februari 2022. Lokasinya di Desa Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp25 miliar.

“Pemprov Banten sudah anggarkan pembangunan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat, namun  terdampak refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19,” kata Wahidin Halim dalam keterangan pers, baru-baru ini.

Dinas Kesehatan Provinsi Banten telah membuka tender pembangunan RSJKO dengan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp24,5 miliar. Sampai hari ini proses tender masih pada tahap penawaran harga dari perusahaan peserta lelang. Informasi ini tertera dalam situs https://lpse.bantenprov.go.id/.

Dikutip dari Kompas, pembangunan RSJKO dengan anggaran Rp25 miliar ini merupakan tahap pertama yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten. Sementara tahap selanjutnya akan dibantu pendanaannya oleh pemerintah pusat sebesar Rp80 miliar.

“Tahun 2022 kita akan anggarkan sekitar Rp25 miliar, sisanya hampir Rp80 miliar itu akan dibantu oleh pemerintah pusat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banten dr Ati Pramudji Hastuti.

Ati mengatakan, pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada tahun 2022 agar dapat melayani pasien rawat jalan. Setelah selesai tahap pertama, rencananya pemerintah pusat akan membantu pendanaannya tersebut melalui dana alokasi khusus.

Baca Juga :  Balita Diberi Obat Kedaluwarsa, Dinkes Sebut Kelalaian Puskesmas

“Karena memang ini program prioritas,” kata Ati.

Nantinya, RSJKO akan memiliki ruang perawatan sebanyak 250 ruang terdiri atas 150 ruang perawatan pasien gangguan kejiwaan dan 100 ruang untuk pasien ketergantungan obat.

Selama ini, pasien dengan gangguan kejiwaan mendapatkan perawatan di RSJ Grogol Jakarta dan beberapa yayasan di Provinsi Banten. (bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *