oleh

Guru Silat Dilaporkan Perkosa Murid, Iming-iming Menang Bupati Cup Pandeglang

bantenproNews – Polisi menangkap seorang guru ekstrakurikuler silat di Kabupaten Pandeglang. Guru silat berinisial ANS (48) dilaporkan memperkosa dua muridnya sendiri, sebut saja Mawar dan Melati (13).

Polisi pun telah menetapkan ANS sebagai tersangka. ANS dilaporkan melakukan aksi biadab itu dengan iming-iming rayuan akan memberikan ilmu kanuragan ketika hendak mengikuti perlombaan silat.

Rupanya perlombaan yang dimaksud itu adalah lomba Bupati Cup Pandeglang pada pertengahan Desember 2021 lalu. Tersangka mengaku pengisian ilmu kanuragan tersebut sudah menjadi tradisi ketika murid-muridnya hendak mengikuti kejuaraan pencak silat.

“Kemarin acaranya Bupati Cup, buat turnamen tempuran. Dibawa ziarah ke makam buat ritual karena kebiasaan setiap mau pertandingan,” kata ANS di Markas Polres Pandeglang, Senin (03/01/2022).

Tersangka mengklaim, ritual itu dilakukan supaya murid-muridnya bisa memenangkan pertandingan. Tempat pemakaman umum (TPU) pun dipilih karena dianggap sebagai lokasi keramat.

“Untuk kemenangan tim, karena kami ingin menang. Makanya dibawa ziarah ke makam, di sana kami ritual biar menang,” ucapnya.

Siasat licik tersangka ini sudah memakan korban muridnya sendiri. Korban yang saat itu tengah berada di sekolah diajak tersangka ziarah di pemakaman umum dengan dalih akan memberikan ilmu kanuragan supaya lancar mengikuti perlombaan.

Bahkan di tempat pemakaman itu, tersangka telah menyiapkan kemenyan sembari mengajak korban melafalkan doa-doa. Tapi liciknya, setelah ‘ritual’ itu dilakukan, tersangka langsung merayu korban supaya bisa melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.

Baca Juga :  Hanya Butuh Waktu 10 Detik untuk Maling Motor

Meski sempat berusaha menolak, korban tak berdaya dengan rayuan dan iming-iming dari guru silat cabul itu. Ditambah, korban mendapat paksaan sembari diajak berpindah ke sebuah tempat berbentuk goa yang tak jauh dari lokasi pemakaman.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 76D Jo Pasal 81 dan Pasal 76E Jo Pasal 82 UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara. (bpro)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.