Permohonan Dikabulkan, Penahanan 2 Buruh Tersangka Demo Ditangguhkan

bantenproNews – Polisi mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap dua tersangka buruh yang ditahan imbas aksi menduduki ruang kerja Gubernur Banten Wahidin Halim pada aksi Rabu (22/12/2021). Selanjutnya, para tersangka dikenakan wajib lapor.

Penangguhan penahanan dilakukan setelah dua pimpinan buruh tingkat nasional, Andi Gani Nena Wea dan Said Iqbal, datang ke Markas Polda Banten.

“Kami dua presiden buruh sengaja ke Banten menjemput anggota kami sebagai solidaritas perjuangan mereka,” kata Andi Gani di Jalan Syech Nawawi Al Bantani, Serang, dikutip dari detikcom, Selasa (28/12/2021).

Ia mengatakan, buruh yang menduduki kantor gubernur, mengambil makanan dan minuman adalah sebuah kesalahan. Tapi, perbuatan mereka disebabkan tidak adanya pejabat pemprov yang mau bertemu perwakilan buruh.

“Itu yang terjadi, tidak ada rencana, tidak ada perintah dari organisasi untuk perlakukan itu,” ujarnya.

Dua buruh yang ditahan, Omsar Simbolon dan M Hamdan Fakih juga menurutnya adalah tulang punggung keluarga. Mereka tidak melakukan kejahatan dan niatan melanggar hukum.

“Saya Andi Gani dan Said Iqbal tidak pernah intervensi hukum apalagi mengintervensi penegakan hukum di Banten. Kami menjaminkan diri kami agar anggota kami ditangguhkan penahanannya,” ujarnya.

Andi menjamin ke Polda Banten tidak akan intervensi penegakan hukum atas perkara ini. Buruh sudah meminta maaf ke gubernur dan menunggu itikad baik dari pimpinan nomor satu di Banten itu.

“Kami menjaminkan diri kami agar anggota kami ditangguhkan penahanannya,” ucap Andi.

Baca Juga :  Mohon Maaf Pak Gubernur, Tolong Bebaskan Saya

Direktur Kriminal Umum Polda Banten Komisaris Besar Ade Rahmat Idnal mengatakan syarat penangguhan penahanan sudah terpenuhi oleh pihak buruh. Penyidik punya kewenangan berdasarkan Pasal 31 KUHAP untuk mengabulkan permohonan penangguhan.

“Ini ada dua presiden buruh yang jadi penjamin untuk proses penangguhan penahanan. Selain itu ada keluarga di mana itu memang sudah diatur,” kata Ade. (bpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *