Evakuasi Kobra Tangkapan Warga, Pawang Ular di Tangerang Dipatuk

bantenproNews – Doni Setiaji (58), warga Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan digigit ular kobra Jawa. Pria yang dikenal warga sebagai pawang ular itu nyaris mati.

Pria yang juga pengurus Situ Bungur itu baru beberapa jam mendapat suntikan serum antibisa. Beruntung, setelah dirawat selama 3 hari, Doni bisa selamat.

Kisah ngeri Doni ini berawal ketika pada Jumat (24/12/2021), dirinya diminta warga untuk mengevakuasi ular kobra. Ular yang terkenal mematikan itu sebelumnya ditangkap warga.

Ular kobra berukuran 2 meter itu dalam kondisi dilakban oleh warga. Doni kemudian mencoba melepaskan lakban tersebut, dengan maksud agar kobra itu tidak mati.

“Setelah lakban itu saya buka, namanya lakban tebal lakban kain gitu masih kuat lemnya. Pas saya taruh di boks ternyata bukannya dia jatuh malah dia nempel di telunjuk saya. Akhirnya dia menggigit saya,” ungkap Doni dikutip dari detikcom, Selasa (28/12/2021).

Setelah itu Doni langsung mencuci tangannya dengan air. Doni juga bergegas meminum air kelapa dan susu beruang, dengan harapan bisa mempertahankan daya tahan tubuhnya usai diserang kobra.

“Saya minum air kelapa dua buah tujuannya untuk menangkal racun yang ada di dalam tubuh saya seusai digigit ular kobra,” kata Doni.

Doni nyaris pingsan setelah dipatuk ular. Saat itu Doni cuma bisa pasrah, antara hidup dan mati.

Baca Juga :  Pipa Gas PGN Meledak, 4 Rumah Warga Tangerang Rusak

Doni merasakan tubuhnya mulai lemas. Tangannya juga membiru setelah digigit kobra.

“Kliyengan kepala saya abis digigit ular ini ya, nyaris pingsan saya tapi untungnya masih kuat jadi tidak sampai begitu,” lanjut Doni.

Doni kemudian meminta temannya untuk mengantar ke klinik untuk mendapatkan serum antibisa. Sayangnya klinik tersebut tidak tersedia serum.

Dengan kondisi tetap tenang, Doni kemudian menuju ke RSU Pamulang.

Doni mengaku sempat terjebak kemacetan ketika menuju ke RSU Pamulang. Ia akhirnya bisa mendapatkan serum antibisa setelah 1,5 jam berjuang.

“Seandainya kondisi kita nggak kuat, kita akan lewat akan tidur selamanya bos. Apalagi lihat situasi jalan juga kan macet. Iya dan memang bisanya berbahaya banget dia. Ya paling kita cuman berserah diri aja udah hidup mati waktu itu 50:50,” ucapnya.

Doni sempat dirawat di RSU Pamulang hingga Minggu (26/12/2021). Beruntung Doni selamat dan kini bisa kembali ke rumahnya.

Ketua RT di tempat tinggal Doni, Sugeng Prasetyo, mengatakan Doni dikenal sebagai pawang ular yang sering diminta warga menangkap hewan reptil.

“Ya kata warga di sini begitu pawang ular dikenalnya Doni ini. Dan dia juga sebagai pengurus Situ Bungur juga sih dia sehari-hari,” kata Sugeng, Senin (27/12/2021).

Selain itu, menurutnya, jika ada penemuan ular atau reptil di lingkungan warga yang membahayakan, Doni pasti dipanggil. Sugeng juga berujar sudah cukup lama Doni tinggal di kawasan Situ Bungur itu.

Baca Juga :  BMKG Bangun Sistem Peringatan Dini Gempa

“Paling dia yang nanganin kalau ada laporan penemuan reptil. Sama binatang terus. Kayak yang kemarin tangannya digigit itu kan warga minta bantuan dia untuk evakuasi,” tambahnya.

Pantauan detikcom di rumahnya, Doni memang memelihara beberapa hewan. Mulai dari reptil ataupun burung-burung juga ada di rumahnya.

Sesekali warga sekitar juga menyempatkan waktu untuk berfoto bareng dengan hewan peliharaan Doni. Sementara itu, Doni sendiri mengaku bahwa memang dia seorang pawang ular.

“Iya begitulah kadang warga nyebutnya. Udah ratusan ular nggak kehitunglah emang warga biasanya manggil saya gitu kalau ada penemuan ular gini,” ungkapnya. (bpro)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *