Kecerdasan Buatan Aplikasi Ini Percepat Belajar dan Kefasihan Berbahasa Inggris

bantenproNews – Zaman semakin canggih, mau apapun bisa dilakukan dengan mudah lewat teknologi yang semakin berkembang pesat. Salah satu hal positif dari perkembangan teknologi adalah kemudahan dalam belajar, khususnya belajar Bahasa Inggris.

Mungkin dahulu beberapa orang harus mengunjungi tempat kursus tertentu jika ingin belajar Bahasa Inggris. Tetapi sekarang, semua orang sudah bisa belajar Bahasa Inggris dengan mudah lewat satu genggaman tangan saja, yaitu smartphone. Bagaimana caranya?

Mudah, banyak aplikasi khusus belajar Bahasa Inggris yang bisa jadi pilihan. Salah satunya Neo Study yang dikembangkan oleh Nexgen English Online Co. Aplikasi ini diluncurkan sejak Oktober 2018.

Kecerdasan buatan (artificial inteligent) pada aplikasi ini terus dikembangkan. Neo Study dilengkapi fitur tingkat toleransi pengenalan ucapan. Fitur ini hadir di aplikasi neoStudy (nSA) dan neoStudy Online (nSO).

Pengguna dapat menyesuaikan tingkat toleransi pengenalan ucapan yang paling sesuai untuk mereka, dengan cara memilih satu dari menu pilihan tingkat kesulitan melafalkan dalam latihan pengucapan di aplikasi Neo Study.

Chief Representatif Officer Nexgen English Online Co di Indonesia, Artnandia Priaji, menjelaskan pihaknya terus berbenah dan melakukan penyempurnaan di aplikasi Neo Study.

“Penambahan fitur yang memungkinkan pembelajar bahasa Inggris di aplikasi Neo study mampu melakukan percepatan kefasihan kemampuan berbahasa Inggrisnya,” kata Artnandia dalam rilisnya diterima bantenpro.id, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga :  Bulan Makin Menjauh dari Bumi, Sains Buktikan Kebenaran Alquran

Artnandia mengaku senang dengan Indonesia ditunjuk sebagai presidensi G20 pada September lalu. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia dipandang sangat mampu untuk memimpin negara-negara G20 dalam memberikan solusi bersama di ranah internasional khususnya guna menghadapi tantangan sulit di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Fitur pertama, pembicara awal (default) – jika pelajar baru mulai belajar berbicara bahasa Inggris, kami sarankan mereka mulai dari level ini. Berbicara menggunakan bahasa Inggris yang dapat dipahami oleh penutur asli bahasa Inggris memang membutuhkan waktu dan proses, karena jika mereka berlatih neo akan mengenali pengucapan mereka lebih dan lebih setiap kali sampai mereka siap untuk pindah ke tingkat berikutnya,” jelasnya.

Yang kedua, Emerging Speaker, jika pelajar telah berlatih berbicara bahasa Inggris, mereka dapat mulai melatih pelafalan mereka pada level ini. Jika terlalu sulit, mereka dapat kembali ke menu tingkat kesulitan pembicara awal. Jika tidak, mereka dapat berlatih di level ini sampai mereka siap untuk menantang diri sendiri di level berikutnya.

Yang terakhir, level Pembicara Berpengalaman. Jika pelajar telah berlatih berbicara bahasa Inggris selama beberapa waktu dengan tujuan untuk menjadi fasih, mereka siap untuk berlatih pada tingkat ini. Peserta didik dapat mengubah level kapan saja, jika mereka merasa terlalu mudah atau terlalu sulit. Level yang dipilih disimpan di back-end, sehingga pengguna dapat bolak-balik antara nSA dan nSO serta level yang mereka pilih akan tetap sama.

Baca Juga :  Survei BPS: Masyarakat Lebih Bahagia Meski 2 Tahun Dihantam Pandemi

Fitur-fitur ini dihadirkan agar pengguna aplikasi dapat terus termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris setiap harinya dan menjauhkan dari rasa frustasi karena sulitnya melafalkan bahasa Inggris seperti native speaker.

“Selain itu kami juga merilis fitur lokalisasi test digital untuk test penempatan di web kami, fitur ini sangat bermanfaat bukan saja di Indonesia, tapi juga di beberapa negara Asia lain khususnya yang jarang menggunakan huruf-huruf latin dalam keseharian mereka seperti China, Thailand, dan Jepang,” ujar Artnandia. (bpro)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *